Sugioto, atau akrab disapa Rico, Koordinator Lapangan Naga dan Barongsai menjelaskan sebanyak 26 ekor replika naga mengikuti ritual buka mata. Itu artinya 26 ekor naga itu harus menjalani ritual pembakaran yang berlangsung pada Senin (6/2).
Menurut Rico, naga terpanjang berukuran 68 meter. Selebihnya ada yang 20-an meter dan belasan meter.
"Lokasi pembakaran ada dua. Selain di Kompleks Pemakaman Yayasan Bhakti Suci di Sungai Raya, ada juga di Siantan," ungkapnya.
Rico mengatakan ritual pembakaran replika naga ini dimaknai sebagai proses pengiriman roh naga yang sebelumnya diundang turun ke bumi.
"Setiap yang kita undang, tentu diantar kembali. Roh yang masuk ke replika naga ini diantar untuk kembali ke langit," paparnya.
Ia menilai perayaan Imlek kali ini meriah setelah sempat dihantam pandemi. Masyarakat sangat antusias menyaksikan rangkaian Cap Go Meh 2023.
"Saya melihat perayaan Imlek tahun ini sangat membeludak, setelah selama dua tiga tahun ada pandemi semua tidak bisa berjalan dengan baik," jelasnya.
Sambutan luar biasa tak hanya datang dari masyarakat Kalbar, tetapi juga luar negeri. "Kemarin ada teman saya dari Jepang ikut menyaksikan acara ini," jelasnya.
Tahun ini, perekonomian Indonesia, khususnya di Kalbar diharapkan bisa terus membaik pascapandemi, dan masyarakat bangkit bersama membangun negara dan daerah.
"Kondisi sudah bagus, masyarakat sudah dapat kembali kerja. Semoga ke depannya semakin baik," pungkasnya. (mrd) Editor : Syahriani Siregar