Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ritual Bakar Naga Akhiri Cap Go Meh 2023, Antar Roh 26 Naga Kembali ke Langit

Syahriani Siregar • Selasa, 7 Februari 2023 | 15:50 WIB
BAKAR NAGA: Perkumpulan pemain replika naga mengikuti proses  pembakaran di Taman Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adi Sucipto, Senin (6/2). Ritual tersebut sekaligus menandakan berakhirnya perayaan Cap Go Meh di Pontianak. (HARYADI/PONTIANAKPOST)
BAKAR NAGA: Perkumpulan pemain replika naga mengikuti proses pembakaran di Taman Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adi Sucipto, Senin (6/2). Ritual tersebut sekaligus menandakan berakhirnya perayaan Cap Go Meh di Pontianak. (HARYADI/PONTIANAKPOST)
PONTIANAK - Ritual bakar naga di Kompleks Pemakaman Yayasan Bhakti Suci di Sungai Raya menandai berakhirnya perayaan Cap Go Meh 2023 di Kota Pontianak. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, setiap naga yang melakukan ritual buka mata, pada hari ke-16 Imlek harus dibakar untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sugioto, atau akrab disapa Rico, Koordinator Lapangan Naga dan Barongsai menjelaskan sebanyak 26 ekor replika naga mengikuti ritual buka mata. Itu artinya 26 ekor naga itu harus menjalani ritual pembakaran yang berlangsung pada Senin (6/2).

Menurut Rico, naga terpanjang berukuran 68 meter. Selebihnya ada yang 20-an meter dan belasan meter.

"Lokasi pembakaran ada dua. Selain di Kompleks Pemakaman Yayasan Bhakti Suci di Sungai Raya, ada juga di Siantan," ungkapnya.

Rico mengatakan ritual pembakaran replika naga ini dimaknai sebagai proses pengiriman roh naga yang sebelumnya diundang turun ke bumi.

"Setiap yang kita undang, tentu diantar kembali. Roh yang masuk ke replika naga ini diantar untuk kembali ke langit," paparnya.

Ia menilai perayaan Imlek kali ini meriah setelah sempat dihantam pandemi. Masyarakat sangat antusias menyaksikan rangkaian Cap Go Meh 2023.

"Saya melihat perayaan Imlek tahun ini sangat membeludak, setelah selama dua tiga tahun ada pandemi semua tidak bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Sambutan luar biasa tak hanya datang dari masyarakat Kalbar, tetapi juga luar negeri. "Kemarin ada teman saya dari Jepang ikut menyaksikan acara ini," jelasnya.

Tahun ini, perekonomian Indonesia, khususnya di Kalbar diharapkan bisa terus membaik pascapandemi, dan masyarakat bangkit bersama membangun negara dan daerah.

"Kondisi sudah bagus, masyarakat sudah dapat kembali kerja. Semoga ke depannya semakin baik," pungkasnya. (mrd) Editor : Syahriani Siregar
#roh #bakar naga #cap go meh #ritual