Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Lufti Pertanyakan Dampak Ekonomi dan Wisata Jembatan Garuda

Misbahul Munir S • Minggu, 12 Februari 2023 | 11:29 WIB
JEMBATAN GARUDA: Rancang bangun Jembatan Garuda yang direncanakan dibangun atas kerja sama dengan investor dari Tiongkok. DOKUMEN
JEMBATAN GARUDA: Rancang bangun Jembatan Garuda yang direncanakan dibangun atas kerja sama dengan investor dari Tiongkok. DOKUMEN
Wacana Pembangunan Jembatan Garuda

PONTIANAK – Anggota DPRD Kota Pontianak Lufti menyanggah pandangan Wali Kota Pontianak soal pembangunan Jembatan Garuda yang bakal memberi dampak bagi perekonomian dan wisata. Menurutnya, mesti ada paparan detail untuk kedua sektor tersebut, jika benar akan menimbulkan dampak positif dari hadirnya Jembatan Garuda ini.

“Wacana pembangunan Jembatan Garuda itu memakan biaya besar. Rp1 triliun dari investor asal Cina. Jika Pak Wali (Kota) menyebut keberadaan Jembatan Garuda nanti bakal berdampak positif pada ekonomi dan wisata. Harusnya dipaparkan apa saja peluang dari ke dua sektor ini, sehingga bakal menguntungkan Kota Pontianak,” tegas Lutfi kepada Pontianak Post, Sabtu (11/2).

Menurut Lutfi, Pemkot harusnya lebih detail terhadap apa yang disampaikan soal wacana pembangunan Jembatan Garuda ini. Sebab, nilai pembangunannya dinilai dia tak sedikit. Oleh sebab itu, legislatif mendorong agar Pemkot memaparkan secara detail apa saja yang menjadi keuntungan jika jembatan itu selesai terbangun. Seperti yang diungkapkan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, sebelumnya, jika jembatan ini terealisasi, akan menguntungkan dari sisi ekonomi dan wisata.

Pertanyaan Lutfi, dari kedua sektor ini, mestinya harus dijelaskan dalam pemaparan kepada DPRD Pontianak. “Kalau seperti ini, tidak ada rincian jelas untung dari sisi ekonomi dan wisatanya, pandangan saya wali kota berbicara tidak dengan data,” ungkapnya.

Menurut dia, harus jelas keuntungan dari dua sektor ini. Hingga kini pihaknya juga menunggu perwakilan pemerintah dalam hal pemaparan untung serta rugi dari pembangunan Jembatan Garuda.

Ia tak ingin jika Jembatan Garuda pembangunannya terkesan dipaksakan. Tanpa hitungan detail dari segala aspek, menurutnya, ke depan akan memberikan dampak yang tak baik bagi pembangunan kota ini.

“Pak Wali jangan hanya memandang keindahan bentuk bangunan jembatannya saja. Perlu kajian lain harus dilakukan. Mulai dari aspek sosial, budaya, ekonomi, wisata, dan aspek lainnya,” ujarnya.

Jika rencana pembangunan Jembatan Garuda sudah dikaji dari segala aspek yang ia sebut, barulah bisa melakukan tindak lanjut dari rencana besar ini. “Rencana boleh rencana, namun harus melewati proses. Harus dikaji secara detail, agar ke depan pembangunan ini tidak menjadi boomerang bagi pemerintah,” tegasnya.

Proyek jembatan ini rencananya akan dibangun kontraktor asal Tiongkok. Jembatan ini diinisiasi perusahaan local bernama PT. Kapuas Berkah Illahi, bekerja sama dengan kontraktor China State Construction Overseas Development Shanghai. Jembatan ini memiliki bentang 700 meter, termasuk penataan jalan di sisi darat, di mana bentang utamanya sendiri sepanjang 365 meter. Lebar jembatan akan dibuat sepanjang 30 meter. Jembatan Garuda ini dilakukan sebagai penghormatan kepada tokoh pahlawan Pontianak Sultan Hamid II yang merancang lambang Garuda sebagai lambang negara Indonesia. (iza) Editor : Misbahul Munir S
#wisata #Ekonomi #pembangunan #jembatan Garuda #wacana