Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Rasya Dwie Putra Pasien Dompet Simpatik Pontianak Post

Misbahul Munir S • Jumat, 3 Maret 2023 | 13:57 WIB
KUMUH: Taman Teratai Mempawah tampak tak terawat dan kumuh. ISTIMEWA
KUMUH: Taman Teratai Mempawah tampak tak terawat dan kumuh. ISTIMEWA
Idap Gagal Ginjal, Seminggu Dua Kali Cuci Darah

Rasya Dwie Putra  kerap menangis menahan rasa sakit. Sudah lama Rasya harus berjuang dari penyakit gagal ginjal. Remaja 15 tahun itu diharuskan bolak-balik cuci darah. Kini ia masih menjalani pengobatan di RSCM Jakarta dan membutuhkan biaya yang besar untuk menyembuhkan sakitnya.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

FIRMANSYAH saat ini sedang resah. Kondisi Rasya kian mengkhawatirkan. Saat ini anak keduanya ini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta  sejak awal Februari 2023 lalu. Tak hanya mengeluh rasa sakit, Rasya juga mulai hilang ingatan. Mungkin, kata Firmansyah dampak dari kejang yang kerap dialami buah hatinya ini. "Sekarang ini tidak hanya ginjalnya saja, tetapi juga lari ke syaraf otak sehingga lupa ingatan. Beberapa bulan ini sering kejang," ujar Firmansyah.

Sebelumnya, Siswa Kelas 9 SMP N 23 Pontianak, Jalan S Parman  ini  pernah menjalani operasi tahun 24 Januari 2022. Saat itu  didiagnosa gagal ginjal dan dilakukan pemasangan alat di bagian perut. Menurut Firmansyah alat yang dipasang ini berfungsi untuk tindakan cuci darah.

“Hasil operasinya berjalan lancar. Namun dua bulan setelah operasi Rasya sering mengeluh sakit. Rupanya alat yang dipasang di perut saat operasi ada infeksi,” ungkapnya.

Rasya diketahui sakit sejak usia 9 tahun. Firmansyah pun tidak tahu faktor penyebab buah hatinya mengalami gagal ginjal. Bisa saja, kata dia dari makanan atau karena riwayat Rasya pernah jatuh dari sepeda saat usia 8 tahun. “Karena Rasya dulu saat usia 8 tahun pernah jatuh dari sepeda, stang sepedanya kena bagian perut,” ulasnya.

Kondisi ini mengharuskan Rasya menjalani operasi untuk memindahkan alat dari perut ke dada. Cuci darah yang harus dijalani Rasya dalam seminggu dua kali. Firmansyah pun rela mengorbankan harta, rumah  dan tenaga untuk kesembuhan anaknya. Lebih kurang enam tahun berjuang, dan berharap anaknya bisa pulih kembali. “Kami selaku orang tua akan berusaha terus dan selalu berdoa untuk kesehatan anak kami,” papar warga Gang Kenari 1 ini.

Pengobatan Rasya selama di Jakarta membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Meski ditanggung BPJS Kesehatan, namun ada biaya obat-obatan diluar tanggungan BPJS Kesehatan. Ditambah lagi  kebutuhan sehari-hari dan tempat tinggal harus dipenuhi. Sementara orang tua Rasya belum tahu sampai kapan pengobatan anaknya ini selesai.

Firmansyah mengatakan, selain gagal ginjal Rasya juga didiagnosa kelainan darah yang istilah medisnya Idiopatik Trombositopenik Purpura atau disebut penyakit ITP, adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak memiliki cukup platelet (trombosit). Keluhan yang dirasakan Rasya pun bertambah. Tidak hanya susah tidur, tetapi juga susah makan dan menangis histeris.  “Rasya sekarang susah tidur, makan, dan suka nangis teriak-teriak,” ulasnya.

Firmansyah berharap Rasya terus menunjukkan perubahan lebih baik. Bisa sembuh dan beraktivitas seperti remaja seusianya. “Tentu kami harapkan yang terbaik untuk anak kami, kesehatannya bisa normal kembali,” paparnya.

Rasya saat ini terdaftar sebagai pasien Dompet Simpatik Pontianak Post periode Maret 2023. Dompet Simpatik akan segera membuka penggalangan dana untuk membantu pengobatan Rasya.  Firmansyah pun berharap uluran tangan para donatur untuk membantu pengobatan buah hatinya. () Editor : Misbahul Munir S
#Simpatik #pasien #Rasya Dwie Putra #pontianak post #Dompet