Libatkan Semua Etnis, Jadi Momen Merajut Persatuan
PONTIANAK - Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat (Kalbar) XXXVII tahun 2023 resmi dibuka. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan kangkuang oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji di Rumah Radakng, Pontianak, Sabtu (20/5) siang.
Perhelatan Pekan Gawai Dayak tahun ini diklaim menjadi yang terbesar. Selain diikuti perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Kalbar, dan provinsi lain, event ini juga dihadiri wisatawan mancanegara yakni dari Malaysia, Taiwan, Thailand, dan Australia.
“Ini yang terbesar. Tamu yang datang bukan hanya dari Kalbar tapi dari empat negara yaitu Australia, Thailand, Taiwan dan Malaysia serta provinsi-provinsi lain,” kata Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Marthin Billa.
Dikatakan Marthin, hal ini menunjukkan bahwa gaung Pekan Gawai Dayak sudah sangat meluas dan mengindikasikan budaya Dayak sangat dibanggakan dan tinggi nilainya.
Menurut dia, tujuan dari Gawai Dayak sendiri adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berkat selama satu tahun dalam masa perladangan. Ada sejumlah upacara adat yang dilaksanakan guna mewujudkan rasa syukur tersebut.
“Selain sebagai rasa syukur, ini juga menyangkut budaya yang sudah lama diwariskan ke kita. Gawai Dayak sekaligus menunjukkan adanya kebersamaan, persatuan, ikatan dan kekerabatan yang sangat kental dan kuat, tidak dipisahkan oleh waktu, tempat, dan organisasi,” bebernya.
Dengan gawai ini, lanjut Marthin, masyarakat bisa dipertemukan, bukan hanya dengan satu etnis, melainkan dengan seluruh anak bangsa yang ada di Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyampaikan Pekan Gawai Dayak perlu dikembangkan dan dibuat promosi yang menarik, misalnya melalui video yang menampilkan keunikan budaya etnis Dayak. Dapat pula menampilkan berbagai ragam budaya, dan keunikan alam yang ada di Kalbar.
"Saya rasa potensi daerah kita ini yang bisa dijual (memiliki value) yaitu budaya. Budaya itu bisa menjaring wisatawan-wisatawan dari luar. Tadi kita lihat banyak sekali yang hadir dari Malaysia dan sebagainya. Ini juga bisa diikuti oleh etnis-etnis yang lain untuk melaksanakan seperti Gawai Dayak ini," ungkapnya.
Tak hanya itu, orang nomor satu di Kalbar itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan. Event-event budaya seperti gawai ini dinilai bisa menjadi wadah perekat antaretnis yang ada.
"Gunakan itu untuk merajut persatuan demi kemajuan Kalbar ke depannya. Saya yakin Kalbar ini bisa menjadi provinsi yang paling maju di (pulau) Kalimantan, percaya omongan saya," tegasnya.
Hal ini karena menurutnya Sumber Daya Alam (SDA) Kalbar saat ini masih berlimpah. Sementara daerah-daerah lain sudah banyak yang habis. Oleh karenanya, untuk mengelola SDA yang besar tersebut, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal.
"Kalbar baru mulai (mengelola SDA) beberapa tahun yang lalu, tapi bukan berarti kita sembrono. Makanya ketika presiden membatasi ekspor bahan tambang mentah, saya sangat setuju. Itu supaya Kalbar masih ada yang bisa dinikmati oleh anak cucu kita ke depan. Dan yang paling penting, jangan kita hanya membanggakan banyaknya SDA tetapi kita juga harus meningkatkan SDM," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sutarmidji sekaligus menyerahkan status penggunaan barang milik daerah berupa tanah seluas 3.763 meter persegi dan bangunan Rumah Adat Betang seluas 613,35 meter persegi yang terletak di Jalan Letnan Jenderal Sutoyo, Kota Pontianak. Aset serta lahan milik pemerintah tersebut dioperasikan oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar.
"Kami serahkan kepada DAD supaya ada yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya, tapi bukan hibah. Asetnya tetap milik pemprov, hanya pengelolaannya kami tunjuk DAD Kalbar, sehingga ada dasar kita memberikan bantuan dan lain sebagainya," pungkas dia.
Usai melaksanakan pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-XXXVII, Gubernur Sutarmidji bersama Ketua Majelis Pertimbangan MADN Cornelis, dan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan kemudian melepas pawai budaya. Rute yang dilalui peserta pawai mulai dari Rumah Radakng melewati Jalan Sultan Syarif Abdurrahman kemudian Jalan Ahmad Yani, melintasi Jalan Veteran dan Gajah Mada, kemudian Jalan Diponegoro dan berakhir di tempat semula.
Wakil Ketua III Pekan Gawai Dayak Kalbar XXXVII tahun 2023, Yosep mengatakan Pekan Gawai Dayak tahun ini melibatkan semua etnis di berbagai agenda yang dilaksanakan.
“Tahun ini kita rangkul semua etnis dan melibatkan mereka semua. Bahkan Raja Mempawah juga meminta untuk dilibatkan dalam kegiatan Gawai Dayak tahun ini, termasuk ada dari bagian Kesultanan Pontianak, Majelis Adat Dayak, Melayu Mempawah, Madura dan etnis lainnya,” kata Yosep.
Pekan Gawai Dayak tahun ini mengusung tema kebudayaan Dayak Keninjal, Kabupaten Melawi yang diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari tarian penyambutan, upacara adat, ornamen dan busana panitia, sampai lomba lagu daerah pun menggunakan ciri khas Dayak Keninjal, Kabupaten Melawi. (arf/bar) Editor : Misbahul Munir S