Materi genetika bagi siswa/I dianggap sebagai materi yang sukar, abstrak dan terkesan menakutkan. Akibatnya, pemahaman siswa mengenai materi ini masih sangat kurang. Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagaimana penyampaian materi genetika ini agar bisa lebih mudah untuk dipahami oleh siswa.
Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 menyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi Prakarsa kreativitas dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik.
Hal ini menunjukkan bahwa media pelajaran yang didesain dengan menarik dan melibatkan peran peserta didik akan mampu meningkatkan pemahaman siswa. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam memahami pelajaran antara lain adalah penggunaan media pembelajaran.
Salah satu media pembelajaran adalah media pembelajaran berbentuk audio-visual yaitu sebuah media maupun alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan memanfaatkan Indera pendengaran dan penglihatan. Penyampaian materi Genetika yang disampaikan melalui media poster dan video edukasi sebagai salah satu media pembelajaran audio-visual. Media ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai materi genetika
Universitas Tanjungpura sebagai perguruan tinggi dituntut untuk turut berperan aktif menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul di masyarakat. Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi pada masyarakat melalui kegiatan ini melalui upaya meningkatkan literasi dan minat siswa/i SMP terhadap materi genetika dan kelainan genetika.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi salah satu cara yang dilakukan oleh dosen di lingkungan Universitas Tanjungpura dalam rangka berperan aktif dan berpartisipasi untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat.
Pada tanggal 12 Mei 2023 yang lalu, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura yaitu dr. Iit Fitrianingrum, M. Biomed, dr. Sari Eka Pratiwi, M. Biomed, dr. Muhammad In’am Ilmiawan, M. Biomed, dr. Heru Fajar Trianto, M. Biomed, Sp. PA, dan dr. Desriani Lestari, M. Biomed, Sp. A yang tergabung dalam tim penelitian Centriol, bekerjasama dengan Departemen Fisiologi dan Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura yaitu dr. Wiwik Windarti, Sp. A dan dr. Mitra Handini, M. Biomed mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan 11 orang mahasiswa kedokteran Angkatan 2022 dan 3 orang mahasiswa yang merupakan pengurus Ikatan Mahasiswa Kedokteran Universitas Tanjungpura bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua Panitia PKM, dr. Iit Fitrianingrum, M, Biomed menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelajar dan guru mata pelajaran di sekolah menengah pertama dalam bentuk presentasi dengan menggunakan media audio-visual dan media poster dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman pelajar mengenai materi genetika dan kelainan genetika yang seringkali dianggap sebagai materi yang sulit bagi siswa, harapannya pelajar menjadi termotivasi untuk meningkatkan literasi mengenai materi yang disampaikan.
Kegiatan edukasi mengenai genetika dan kelainan genetika ini dihadiri oleh 38 orang siswa dan 3 orang guru SMP Muhammadiyah 1 Pontianak. Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias dan berperan aktif dalam diskusi dan tanya jawab dengan narasumber. Dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Pontianak Bapak Erwan Syahrudin, S.Pd., sekolah sangat mengapresiasi kegiatan ini karena hal ini selaras dengan tujuan kurikulum merdeka belajar, dimana pelajar mendapatkan transfer ilmu pengetahuan tidak hanya dari guru di sekolah tetapi juga dapat diperoleh dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen dari fakultas kedokteran Universitas Tanjungpura.
Kegiatan ini dimulai dengan pengisian pre-test, penyampaian materi, diskusi dan tanya-jawab dengan narasumber serta permainan menarik untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.
Di akhir kegiatan, pelajar diberikan kesempatan untuk memberikan umpan balik. Salah seorang siswa menyatakan sangat senang dan mendapatkan ilmu baru mengenai materi genetika dan kelainan genetika, apalagi penyampaiannya melalui media audio-visual dan media poster sehingga lebih mudah untuk dipahami.
Diharapkan, kedepannya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, sebagai upaya untuk meningkatkan literasi siswa sehingga tujuan untuk menciptakan generasi emas dapat tercapai. (*/r) Editor : Syahriani Siregar