PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, sebagian produksi PDAM Tirta Khatulistiwa yang didistribusikan ke keran pelanggan telah payau akibat kadar garam naik di atas seribu milligram perliter. Iapun meminta masyarakat untuk saat ini melakukan penghemataan penggunaan air bersih.
“Kualitas air PDAM sebagian payau memang betul. Kadar garam saat ini sudah di atas seribu milligram perliter. Itu di atas ambang batas 250 miligram perliter yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan,” ungkap Edi kepada Pontianak Post, Selasa (15/8).
Dia meminta agar masyarakat saat ini melakukan penghematan air bersih. Edi mengatakan, produksi air PDAM yang payau ini disebabkan karena sumber air baku terintrupsi air laut. Apalagi sumber air baku di daerah hulu mengalami kekeringan. Sehingga ketika air pasang, kadar garam dari laut masuk ke sumber air baku.
Meski produksi air bersih payau, tak mempengaruhi pasokan air ke keran pelanggan. Namun ketika kondisi seperti ini petugas tetap mengalami kendala dikarenakan fungsi pompa di IPAL tak bisa beroperasi optimal.
Apalagi jika masyarakat memaksa dengan melakukan penekanan pada pompa, bisa berakibat pecah. “Saya harap masyarakat jangan sampai merusak jaringan PDAM. Untuk sementara ini kita hemat air dulu,” ujarnya.
Dengan kondisi memasuki kemarau seperti ini, juga bisa berdampak pada produksi pertanian di Kota Pontianak. Karena sumber utama agar sayuran tetap tumbuh subur mesti mendapat pasokan air yang cukup. Oleh sebab itu, para petani diminta dapat menyimpan sumber air cadangan.
Kalau untuk pasokan sayuran dari Pulau Jawa, hingga saat ini tetap terdistribusi dengan baik. Harga juga tidak mengalami kenaikan. “Stok pangan kita saya pastikan masih aman,” ungkapnya.
Edi menambahkan, karena produksi hujan menurun, pot bunga yang berada di tepian jalan juga mulai kering. Harapannya tanaman ini tidak sampai mati. Sebab akan mempengaruhi keindahan kota ini.
Ia meminta para petugas taman untuk menyiram tanaman tersebut, minimal sehari satu kali. “Kita berdoa saja agar hujan cepat turun. Dengan begitu simpanan air baku dapat terisi. Air ledeng juga tak payau lagi. Begitu pula dengan pertanian dapat subur, tanaman yang dipinggir jalan juga tidak sampai mati,” katanya. (iza)