Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tukirin Soal Ketahanan Pangan di Kalbar

A'an • Sabtu, 2 September 2023 | 05:24 WIB
foto: Tukirin Suryo Adinagoro, tokoh masyarakat Kubu Raya-Kalbar.
foto: Tukirin Suryo Adinagoro, tokoh masyarakat Kubu Raya-Kalbar.

PONTIANAK - Sebagai kebutuhan pokok, pangan menjadi bahan paling penting di dunia. Ada padi menjadi beras, jagung, ubi, kedelai termasuk kebutuhan daging, ikan termasuk buah-buahan.

Provinsi Kalimantan Barat tercatat sebagai wilayah dengan luasan daratan kosong cukup potensial. Harusnya dapat dimanfaatkan secara menyeluruh. Harusnya pemerintah terus mendorong, pemaksimalan potensi pertanian dan perkebunan tersebut.

Hal ini dikatakan tokoh masyarakat Kubu Raya, Kalimantan Barat Tukirin Suryo Adinagoro, belum lama ini.

"Pemaksimalan potensi pertanian dan perkebunan Kalbar harusnya maksimal. Sehingga kebutuhan pangan Kalbar tak perlu lagi didominasi hasil bumi dari luar Kalbar. Wilayah kita bisa menjadi salah satu provinsi dengan kemandirian pangan secara maksimal, asalkan kita mau bekerja keras," ucapnya belum lama ini.

Menurut dia, menjaga keamanan, kecukupan dan ketersedian pangan daerah Kalimantan Barat, ipandang perlu pemerintah daerah berkonsentrasi khususnya membangun pertanian, peternakan bahkan perikanan. Masalahnya di negara-negara maju seperti potensi perikanan lautg digarap secara serius.

"Seperti mesir memiliki skala perikanan air asin cukup besar. Hampir seantero warga dan jazirah arab tergantung perikanan darat mesir. Kalbar bisa kok asalkan mau," ucapnya.

Dia menambahkan bahwa mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan daerah, sebenarnya dapat menjadi solusi mengatasi persoalan Karhutla yang sepanjang tahun terus terjadi.

Sebab, lahan-lahan kosong yang tidak diberdayakan dan rentan terbakar semestinya menjadi lahan subur untuk sektor ketahanan pangan di Kalbar.

Sektor-sektor tersebut kalau terus dibuka, maka dapat membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya di berbagai bidang.

Hal tersebut juga, lanjutnya, berpotensi membuka peluang-peluang usaha baru bagi pelaku saha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Lahan-lahan tidur dan lahan tidak produktif bisa dicetak menjadi lahan tani, kebun dan lainnya. Pemanfaatan diperuntukan misalnya untuk pertanian tanaman jagung, ubi dan palawija termasuk peternakan sapi, kambing dan hewan lain bernilai jual tinggi.

"Kalbar memiliki banyak lahan-lahan kosong termasuk lahan perbukitan dapat difungsikan bertanaman buah-buahan juga," papar dia.

Bacalon anggota DPD RI ini menambahkan apabila hal tersebut dapat diwujudkan, maka secara jelas dan pasti perlahan-lahan kebutuhan pangan Kalbar dapat terpenuhi dari daerah sendiri.

Tidak perlu mendatangkan dari daerah lain. Targetkan Kalbar menjadi salah satu lumbung dan ketahanan pangan Indonesia berbagai bidang.(den)

Editor : A'an
#dpd ri #UMKM #Potensi Pertanian Indonesia #pasokan pangan