Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengukir Sejarah Lewat Mahakarya: Milenial Meretas Waktu di Museum Negeri Pontianak

A'an • Kamis, 12 Oktober 2023 | 15:46 WIB

 

Bangunan Museum Kalbar di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak.
Bangunan Museum Kalbar di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak.

 

Suara sejarah membelah udara, memanggil generasi muda Kalbar menghubungkan diri dengan khazanah masa lalu, yang masih terpendam dalam ruang temaram. Setiap tanggal 12 Oktober, cahaya kemajuan menandai pintu gerbang Museum Negeri Pontianak yang berada di Komplek Museum, Jalan Ahmad Yani I, Parit Tokaya, Pontianak Selatan, Kota Pontianak merangkul para milenial untuk memperdalam pengetahuan Kalimantan Barat yang kaya sejarah dan kebudayaan. Seperti apa pencarian generasi milenial ini ?


DENY HAMDANI, PONTIANAK

 

"MUSEUM Negeri Pontianak, sebagai penjaga memori zaman, membuka pintunya lebar-lebar bagi generasi penerus, menawarkan pengalaman berharga tentang perjalanan panjang Kalimantan Barat," kata Annisa, pelajar kelas 2 SMA Negeri yang berkunjung pada hari Sabtu, kemarin bersama kawan-kawannya.

Kedatangan wanita berbadan kecil bersama puluhan teman-temannya ke Museum Negeri Pontianak, demi memperingati bahwa tanggal 12 Oktober merupakan Hari Museum Nasional. Kebetulan di laman resmi Kemendikbud RI, sudah lama mencetuskan Hari Museum Nasional, sejak pertama kali diperingati tahun 2015 silam pada pertemuan Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI) pada 2015, di Malang.
Di Kalbar, Museum Negeri Pontianak menjadi buruan generasi muda.

"Kalau berkunjung tanggal 12 Oktober, kan kebetulan sekolah. Makanya pada hari libur seperti Sabtu atau Minggu, baru kami bisa ke sini. Menyenangkan melihat sejarah dan budaya Kalbar dirangkum dalam berbagai bentuk," ucapnya.

Agus kakak kelas sekaligus pendamping menceritakan bahwa antusiasme generasi milenial memahami akar budaya dan sejarah tempat kelahiran sangat tinggi.
"Kami melihat semakin banyak kaum muda yang mengalihkan perhatian kepada pengetahuan tentang leluhur, tradisi, evolusi budaya dan berbagai khazanah masa lalu. Datang ke sini dengan harapan menemukan inspirasi dan makna dalam jejak sejarah," ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa generasi milenial sekarang, tidak hanya mencari fakta dan data. Mereka cenderung mencari jiwa dan makna di balik setiap artefak sejarah dalam museum. Selanjutnya menyimak lantunan kisah-kisah masa lalu. Mereka merasa terhubung secara emosional dengan nenek moyang yang pernah menghuni tanah Kalbar ini.

Di luar, Rizky, salah seorang mahasiswa sejarah asal Pontianak bercerita bahwa seringkali generasi muda terlalu sibuk dengan era digital. Tetapi jika melihat ke belakang, banyak kebijakan dan peristiwa membentuk identitas mereka sekarang.

"Makanya Saya ingin mengenal lebih dalam, bagaimana perjalanan Kalimantan Barat hingga sampai pada pada bentuk seperti sekarang ini," ucapnya.

Baginya, museum Negeri Pontianak tidak hanya menjadi wadah pengetahuan. Namun juga, sebagai panggung kebangkitan semangat cinta tanah air. Melalui penelitian dan diskusi, di sinilah para milenial berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang pernah mewarnai masyarakat Kalbar.

"Kami melihat bagaimana artefak bersejarah, lokakarya seni tradisional, sesi diskusi interaktif. Semuanya bertujuan menarik minat dan membimbing generasi muda seperti kami, merentangkan benang sejarah yang akan membentuk masa depan," ujarnya.

Mahasiswa semester akhir ini menambahkan bahwa sejarah memegang peranan penting dalam memahami identitas suatu daerah. Museum Negeri Pontianak merupakan garda terdepan melestarikan harta budaya di Kalbar. Dalam suasana yang sarat aura klasik ini, Museum Negeri Pontianak sudah banyak menyuguhkan sejuta cerita lewat pameran-pameran khusus yang menampilkan artefak berharga. "Dan artefak inilah menjadi Saksi bisu perjalanan sejarah Kalbar," katanya.

Dia melanjutkan bahwa pandangan generasi milenial tentang Museum Negeri Pontianak adalah sebuah tempat yang menjembatani masa lalu-masa kini. Mereka memandang museum bukan hanya sebagai tempat peninggalan masa lalu yang kaku, namun juga menjadi portal waktu penghubung dengan akar budaya kuat masa lalu.

" Makanya kami terus terinspirasi menciptakan inovasi dan merawat tradisi dengan cara yang lebih kontemporer," pungkas dia.(den)

Editor : A'an
#generasi penerus bangsa #Museum Negeri Pontianak