Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Keindahan Anggrek Hitam Kalbar Banyak diminati Wisatawan Luar

A'an • Minggu, 5 November 2023 | 12:18 WIB

 

 

MERAWAT: Asri, penjual tanaman hias sedang merawat anggrek-anggrek yang dibudidayakannya. Salah satu yang dibudidayakannya adalah anggrek hitam, spesies anggrek yang tumbuh di Semenanjung Malaya.
MERAWAT: Asri, penjual tanaman hias sedang merawat anggrek-anggrek yang dibudidayakannya. Salah satu yang dibudidayakannya adalah anggrek hitam, spesies anggrek yang tumbuh di Semenanjung Malaya.

Presiden Soeharto melalui Keputusan Nomor 4 Tahun 1993 menetapkan 5 November sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN).

Peringatan ini sendiri merupakan upaya peningkatan perlindungan dan upaya pelestarian fauna dan flora yang khas Indonesia.

Selain itu, untuk menumbuhkan kepedulian, rasa cinta, dan kebanggaan nasional terhadap kekayaan tersebut.

 

MARSITA RIANDINI, Pontianak

 

INDONESIA termasuk salah satu negara yang memiliki keragaman anggreknya. Tak terkecuali anggrek hitam Kalimantan Barat (Kalbar) yang menjadi daya tarik bagi para pecinta anggrek, khususnya wisatawan.

Asri, penjual tanaman hias ini juga tertarik untuk membudidayakannya. "Kebetulan saya di rumah ada beberapa koleksi anggrek hitam. Hanya saja peminatnya itu biasanya dari luar Kalbar," ungkapnya.

Asri mengaku masih pemain baru dalam budidaya anggrek. Dia banyak belajar dari pengalaman mertua dan suaminya dalam merawat anggrek.

Menurutnya, tantangan merawat anggrek tak sebanding dengan tanaman hias lainnya, terutama tanaman-tanaman untuk mempercantik taman.

"Saya baru mulai tertarik sekitar setahunan ini ya. Itu pun belum fokus. Saya tanam, jika ada yang minat saya jual," ujar pemilik usaha tanaman Mitra Asri ini. 

Selain kondisi cuaca di Kalimantan Barat yang panas dan kadang tak menentu, juga tempat menyimpan anggrek sebaiknya disesuaikan dengan kelembabannya. Maka tak jarang ada yang memberi kipas angin untuk tanaman anggrek.

"Anggrek ini kan tidak tahan dengan cuaca yang panas. Harus ada perlakuan khusus dan tentu telaten dalam mengurusnya. Sementara ini saya sendiri masih belum maksimal untuk budidayanya," ungkapnya.

Tantangan lainnya perawatan hama dan pemupukan. Untuk mengusir hama, Asri biasanya menyemprotkan racun khusus hama, kemudian memupuk dan menyiramnya secara rutin.

Air cucian beras, daun bawang merah biasanya menjadi pupuk alami yang ia gunakan.

 "Kalau tanaman biasa ada yang cukup dipupuk seminggu atau dua minggu sekali, kalau ini harus rajin-rajin mupuknya," jelasnya.

Media tanam yang digunakan arang dan sabut kelapa. Kondisi ini menyebabkan anggrek harus rajin disiram.

"Kalau arang dan sabut kelapa ini kan cepat kering. Makanya harus rajin disiram. Apalagi kalau cuaca lagi panas. Kalau musim hujan sih nggak," ungkapnya.

Sudah ada beberapa jenis anggrek yang Asri budidayakan. Sebagian sudah berpindah ke konsumennya.

Ada anggrek jadul unik, caesar purple dengan warna ungu yang mempesona, kuningnya luxana yang menarik mata, juga anggrek bulan yang paling diminati, kecantikan dari anggrek vanda tiga warna, serta anggrek dendrobium.

"Saya itu beli satu kemudian saya perbanyak, dua tiga bahkan lebih. Kalau ada konsumen yang datang. Terus minat beli ya saya jual," jelasnya.

Asri memilih menggantung  anggrek yang ia tanam, ada juga yang ditempel di pakis monyet. Selain menghemat tempat ini juga cara ampuh menghindari dari keong.

"Kalau disimpan dibawah itu kadang ada keong gitu. Ada yang saya gantung ada yang saya tempel di pakis monyet biar tidak ribet ngurus-nya," katanya.

Dari pengalamannya menanam anggrek, jenis yang paling diminati vanda dan bulan. Pengalaman anggrek yang lama berbunga juga pernah dialami Asri. Saat itu dengan rutinitasnya yang sibuk menyebabkan anggreknya jarang dipupuk.

"Kemudian melihat anggrek saya ini tidak berbunga, saya mulai rajin pupuk. Nggak lama anggrek itu berbunga. Tadinya kok nggak mau berbunga," katanya.

Pengalaman lain yang dialami Asri saat memindahkan anggrek yang sudah berbunga. Padahal hanya digesernya sedikit dari tempat semula, justru bunganya hangus.

"Padahal saya geser di tempat yang nggak terlalu jauh. Eh ada yang hangus bunganya. Mungkin sudah terbiasa dengan tempat yang teduh," ceritanya.

Jika bunga anggrek hangus, biasanya Asri hanya memotong bagian batangnya agar anggrek tidak mati.

"Begitu suka dukanya nanam anggrek. Ada juga yang kalau bagus bunganya bisa tahan sebulan bahkan lebih. Ada juga yang belum rontok bunganya, muncul bunga baru. Ya, beda-beda tiap tanaman," pungkasnya. (*)

Editor : A'an
#kalimantan barat #wisatawan #anggrek hitam