PONTIANAK - Sebanyak 52 orang diwisuda dari Sekolah Lansia Al-Kautsar angkatan pertama, yang dilaksanakan di Hotel Orchardz Perdana, pada Sabtu 2 Desember 2023.
Sekolah Lansia Al Kautsar ini adalah Sekolah lanjut usia (Lansia) pertama yang dibentuk di Kalimantan Barat di berlokasi di Kabupaten Kubu Raya.
Kepala BKKBN Kalimantan Barat Pintauli Romangasi Siregar, mengatakan Sekolah Lansia merupakan kegiatan program nasional yang di pelopori oleh BKKBN Pusat, di setiap provinsi ada Sekolah Lansia, dan dilakukan wisuda.
"Sekolah Lansia Al Kautsar merupakan Sekolah Lansia pertama yang dibentuk di Kalimantan Barat di berlokasi di Kabupaten Kubu Raya, dan saat ini dilakukan wisuda.
Dengan adanya Sekolah Lansia ini, kita sudah melakukan sosialisasi dan advokasi, baik kepada pemerintah maupun sosialisasi kepada masyarakat," ujarnya, usai kegiatan Wisuda Sekolah Lansia Al Kautsar, di Hotel Orchardz Perdana, Sabtu (2/12).
Pintauli mengatakan tujuan dari Sekolah Lansia yang diwisuda ini adalah tetap menghargai orang tua, yang masih bisa ditingkatkan kwalitasnya dalam pola mengasuh dan membuat pola keluarga lebih baik.
"Kita harus hormat kepada orang tua, pada saat usia mereka sudah lansia pun, harus tetap kita harapkan dan kita andalkan untuk menjadi pelindung dalam keluarga," ujarnya.
Pintauli juga berharap para orang tua tidak tergantung kepada anak-anaknya, mereka juga masih bisa memberi nasehat, bisa menjaga dan melindungi keluarga.
"Kalau kita menghargai dan menghormati orang tua, secara otomatis mereka senang, sehat, bahagia dan merasa berguna di keluarga," jelasnya.
Pintauli juga menyebutkan jika orang tua ini sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat, maka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga bisa meningkat.
Baca Juga: Ganjar Ingin Membangun SDM Unggul di Bumi Cendrawasih
"Pada saat usia harapan hidup tinggi, maka usia yang tinggi ini tetap bermakna dan memberikan manfaat bagi lingkungan, keluarga dan masyarakat," harapnya.
Sementara itu Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Windy Prihastari, mengatakan IPM Kalbar meningkat, pada tahun 2022 yakni 69,71 persen status sedang, pada tahun 2023 mempunyai 70,47 status IPM tinggi.
Sedangkan pertumbuhan IPM ini peringkat 4 secara nasional, yaitu sebesar 1, 09persen. Ini dikarenakan pertumbuhan tinggi usia harapan hidupnya semakin tinggi.
Dengan semakin tingginya usia harapan hidup, berharap para Lansia selalu menjaga kesehatannya, agar bisa produktif. Intinya sehat dan bahagia.
"Dengan adanya Sekolah Lansia ini, tentunya akan mendukung pelaksanaan produktifitas di usia-usia Lansia yang tentunya membantu peningkatan perekonomian di Kalbar dan Indonesia pada umumnya," ujarnya.
Karena para Lansia ini, lanjut Windy, mereka mempunyai keahlian-keahlian tertentu, setelah diberikan materi sebanyak 8 kali pertemuan dan saat ini merupakan lulusan pertama yang ada di Kalimantan Barat dan diwisuda.
"Kita berharap di tahun 2024 nanti, kita bisa membentuk lagi Sekolah Lansia di 14 kabupaten dan kota di Kalbar, bersama PKK dan BKKBN, semoga bisa terwujud," harapnya.
Windy mengatakan peran Lansia dalam membantu penurunan angka stunting, ikut bersama-sama untuk memberikan edukasi dan sosialisasi, apa sih sebenarnya stunting itu?
"Kita berharap, para Lansia yang sudah lulus dan diwisuda angkatan pertama, bisa menularkan ilmu dan pengetahuannya kepada lansia yang lain, secara spesifik peran Lansia dalam membantu menurunkan angka stunting, memberikan sosialisasi pentingnya mempunyai pengetahuan untuk memberikan makanan bergizi, para remaja putri, ibu hamil, ibu baduta yang memberikan MPASI tersebut," ujarnya.(iza)
Editor : A'an