PONTIANAK- Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson meradang ketika mengetahui Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Landak tak serius menangani penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah masing-masing. Hal tersebut diketahui dari hasil inspeksi mendadak (sidak) tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalbar.!
Bahkan yang lebih mengejutkan, tim tersebut menemukan jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti, bersarang di toilet Kantor Dinkes, Kabupaten Sanggau. "Jadi semalam (Kamis) itu turun tim dari Kemenkes langsung ke Landak dan Sanggau. Jadi mereka (tim) ini justru menemukan bak air di Dinas Kesehatan Sanggau berisi jentik-jentik nyamuk dan ini menurut Kemenkes adalah calon dari nyamuk aedes aegypti, ini menurut saya benar benar tidak bisa diampuni," tegas Harisson kepada awak media, Jumat (15/12).
Orang nomor satu di Kalbar itu heran mengapa di Kantor Dinkes sendiri, ternyata justru tidak diperhatikan sama sekali oleh pihak terkait. Ketika di lingkungan terdekat saja sudah tidak diperhatikan, Harisson yakin di tempat-tempat lain juga tidak akan diperhatikan oleh Dinkes setempat. "Tempat-tempat nyamuk DBD ini dibuktikan justru di kamar mandi Dinkes, ada tempat-tempat dibiarkan nyamuk bersarang, dan berkembang biak. Jadi bagaimana mereka memperhatikan tempat-tempat sarang nyamuk di luar Dinkes, misalnya sekolah, (lingkungan) masyarakat, ini sama sekali tidak ada kepedulian dari Dinkes (Sanggau)," sesalnya.
Begitu pula di Kabupaten Landak, Harisson mengungkapkan di sana ada satu sekolah yang melaporkan satu kasus meninggal dunia akibat DBD. Akan tetapi pada saat tim datang ke sekolah tersebut, justru masih ditemukan satu bekas ember yang penuh dengan jentik nyamuk yang merupakan calon dari nyamuk aedes aegypti. "Dan (bukti) nyamuk ini akan dibawa ke Jakarta (untuk diteliti). Saya melihat adanya ketidak seriusan baik dari kepala daerah, bupati, wali kota, juga Dinkesnya terhadap berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti yang akan menyebarkan DBD, dan justru membuat anak-anak kita sakit, dan bahkan mungkin akan meninggal dunia," pungkasnya.(bar)
Editor : Shando Safela