PONTIANAK - Belum lama ini, Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) memasuki usia 30. Kegiatan memperingati hari jadi ATL juga diselenggarakan di Pontianak dan Singkawang Kalimantan Barat dengan pemaknaan WBTB Pantun berupa roadshow Pantun Mendunia.
ATL sebagai mitra Unesco dan Kemendikbud Ristek terus memainkan perannya secara aktif dan dinamis.
Telah banyak Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) diusungnya sampai jadi ketetapan lembaga sain dan kebudayaan PBB berpusat di Paris Prancis tersebut.
Selain jamu dan pantun sebagai dua tahun terakhir WBTB di Unesco, juga ada keris dan wayang.
Pada Jumat, persis hari lahir ATL, diselenggarakan Sajadah Fajar di Markas Besar MABM dalam hal ini ATL Kalbar sebagai doa bersama agar kegiatan ATL semakin pernuh berkah dan rahmat-Nya.
Pukul 08.00-11.00 diselenggarakan Seminar Nasional di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar yang dibuka oleh Pj Gubernur dengan tema Membangun Ekosistem Ekonomi-Budaya bekerjasama lembaga negara KNEKS-KDEKS, Binabud Pusat dan media teraju.id.
Kemudian pada Sabtu, 16 Desember 2023 pukul 08.00-10.00 dideklarasikan Hari Pantun Internasional (HPI) bertempat di Rumah Budaya Kampung Wisata Caping, tepian Sungai Kapuas Kota Pontianak.
Kalau Pantun pada pengusulannya di tahun 2017 didukung Prof Ulrich Kratz dari Jerman maka pada deklarasi Hari Pantun Internasional juga didukung Asian Studies Hamburg University dari Jerman dan negara-negara lain di dunia.
Antara lain Italia, Swiss, Brunei, dan tentu saja dari Malaysia dan Indonesia sebagai pusat pantun dunia sekaligus partner pengusul pantun WBTB secara resmi ke Unesco.
ATL Riau yang merupakan "Negeri Pantun Nusantara" juga melakukan pemaknaan Hut-30 ATL dengan Deklarasi Hari Pantun Nasional (Hartunas) sesuai rekomendasi Hasil Seminar Nasional Mengapa Indonesia Membutuhkan Hartunas yang dibuka Mendikbud Ristek "Mas Menteri" Nadiem Makarim bersama Ketua ATL Pusat, Pudentia.
Mas Menteri menabalkan pentingnya Hartunas bagi Indonesia sebagai pengguna pantun terbesar se-nusantara agar pantun dapat menggembirakan pada khususnya Indonesia dan dunia pada umumnya.
Selain Mas Menteri menyumbang dua buah pantun, disambut pula Presiden RI di IKN dua hari setelah Seminar Nasional Pantun di Universitas Tanjungpura dengan narasumber Mas Menteri, Ketua ATL Pusat, Ketua ATL Riau Raja Atuk Yoserizal, Prof Dr Umar Zein (Klinik Pantun Nasional/Medan), hingga Dr (Cand) Rendra Setyadihardja (Kepri), Dr Ir Achmad Facfrodji (Dirut Balai Pustaka/Jakarta), serta Guru besar "Pantun Untan" Prof Dr H Chairil Effendy, MS dan Prof Dr Ahadi Sussiawan.
Joko Widodo menghibur Indonesia dan dunia dengan metafor dan isi pesan, "Ikan Lele Ikan Lauhan// Direndam dulu baru direbus// Jika pembangunan ingin berkelanjutan// Pinjam dulu seratus."
Pantun humor dengan kredit 100 bukannya pinjam duit betulan melainkan ada CEO Kompas 100 yang mendalami manajemen dan ekonomi.
Pantun semakin populer sedunia. Hingga ColdPlay juga berpantun di dalam konsernya bertempat di Glora Bung Karno di hadapan 70.000 massa.
Dengan Deklarasi Hartunas di Riau pada Minggu, 17 Desember 2023 sekira pukul 11.30-11.45 yang dibacakan Gubernur Provinsi Riau diwakili Kadis Kebudayaan yang juga Ketua ATL Riau Raja Atuk Yoserizal diharapkan pantun akan abadi dirayakan setiap tahun di Indonesia dan dunia.
"WBTB ada waktu untuk diperiksa kembali oleh Unesco, apakah bertahan hidup dan bertumbuh atau justru tidak.
Jika sudah WBTB tetapi kebudayaan itu tidak tumbuh, maka sidang Inesco bisa mencabut kembali gelar WBTB," ungkap Dr Pudentia yang akrab disapa Ibu Tety.
Deklarasi HPI dan Hartunas adalah ikhtiar dua ATL, masing-masing Kalbar dan Riau dalam memaknai hari jadi ke-30 ATL melalui penancapan tonggak sejarah.
"Dua hari raya pantun bagi Nusantara. Semoga terus abadi dengan keagungan sastra lisan," ungkap pakar folklore alumni doktoral UGM, Prof Dr H Chairil Effendy, MS. (mrd/r)
Editor : A'an