Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ketua DPRD Kota Pontianak Prihatin Melihat Badut Anak-anak

A'an • Kamis, 28 Desember 2023 | 10:42 WIB

 

BADUT: Seorang badut dewasa bersama badut ana-anak berjalan menyusuri ruas jalan di Kota Pontianak, beberapa waktu lalu.
BADUT: Seorang badut dewasa bersama badut ana-anak berjalan menyusuri ruas jalan di Kota Pontianak, beberapa waktu lalu.

 

KETUA DPRD Kota Pontianak Satarudin minta Dinas Sosial dapat melakukan penertiban terhadap peminta yang mengenakan kostum badut. Dari pantauannya para peminta tersebut kebanyakan anak di bawah umur.

“Saat melihat para peminta berkostum badut ini justru dilakukan oleh anak kecil. Ini bukan satu orang saja, namun beberapa lainnya juga anak kecil.

Jangan sampai aktivitas meminta mereka ada yang memanfaatkan tenaganya,” ujar Satarudin kepada Pontianak Post, Rabu (27/12).

Petugas Dinas Sosial dimintanya untuk melakukan pengecekan di lapangan. Aktivitas para badut ini, menurut dia, tak lagi di jalan-jalan utama seperti ruas Jalan A. Yani. Namun, badut-badut tersebut, menurutnya, juga berkeliaran di Jalan Danau Sentarum dan bilangan Jalan Sutoyo.

Ketika dilihat Satar, sapaan karibnya, ternyata didapati badut yang merupakan seorang bocah.

“Mungkin seperti anak kelas VI SD atau kelas II SMP. Sebab postur tubuh mereka kecil. Apalagi ketika kepala badutnya dibuka, ternyata memang benar mereka masih kecil,” ungkap Satar.

Ia khawatir aktivitas para badut ini terorganisir. Artinya, dikhawatirkan dia, ada yang menggerakkan.

Dia memperkirakan jika anak-anak ini ditempatkan di beberapa titik jalan, namun setelah sore mereka dijemput kembali.

“Mungkin saja dugaan saya ini benar? Tetapi untuk menyikapi persoalannya, petugas harus melakukan pengecekan di lapangan,” katanya.   

Lebih dalam, kata dia, pengecekan mesti dilakukan secara detail. “Kenapa sampai mengemis menggunakan pakaian badut, lalu kemana orang tua mereka, dan ditanyakan apakah mereka masih sekolah apa tidak? Paling penting dari mana asal mereka ini?” ungkapnya.

Jika para badut ini merupakan warga Kota Pontianak, menurut dia, seharusnya menjadi tanggung jawab Pemkot Pontianak.

Kalau tak lagi bersekolah, menurut dia, sudah semestinya ditindaklanjuti. Lanjut Satar, Pemkot Pontianak juga memiliki program bantuan untuk warga tak mampu.

“Kemudian peruntukan pendidikan gratis. Pastinya dari berbagai program sosial tersebut, diyakini bisa menangani persoalan sosial yang terjadi ini,” ungkapnya.

Namun jika para badut ini berasal dari daerah lain, dia meminta agar Dinas Sosial (Dinsos) dapat melakukan koordinasi bersama Dinsos tempat asal pengemis ini tinggal.

“Pengemis ini memang kambuhan. Jika lama tak diawasi, mereka akan muncul kembali. Dinsos harus melakukan gerak cepat mengatais persoalan ini,” tegasnya. (iza)

Editor : A'an
#DPRD kota pontianak #anak #pontianak #dinas sosial #badut