Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Windy Prihastari, Sosok Perempuan Inspiratif Kalimantan Barat

Syahriani Siregar • Kamis, 25 Januari 2024 | 14:34 WIB
Windy Prihastari, Pj Kteua TP-PKK Kalbar.
Windy Prihastari, Pj Kteua TP-PKK Kalbar.

PONTIANAK - Windy Prihastari, merupakan salah satu wanita inspiratif Kalimantan Barat (Kalbar) yang kini menjabat sebagai Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalbar.

Sosok yang penuh semangat, dan tak kenal lelah itu, selain menjabat sebagai Pj Ketua TP-PKK Kalbar, juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar.

Wanita yang akrab dipanggil dengan sapaan Mbak Windy itu, lahir di Kota Pontianak pada 28 Oktober 1978. Selama menjabat sebagai Kadisporapar Kalbar, ia telah berhasil membawa harum nama Kalbar, dengan berbagai prestasi.

Seperti yang baru-baru ini diraih, Kalbar berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menempati posisi kedua nasional pada Sport National Indeks (SDI). 

Kemudian, Windy juga berhasil menggenjot angka jumlah wisatawan yang masuk ke Kalbar.

Pada akhir tahun 2023, peningkatan kunjungan wisatawan nasional di Kalbar sebesar 35,6 persen, yang menempatkan Kalbar pada posisi keenam pada Top Pertumbuhan Wisatawan se-Indonesia.

Tak hanya itu, bungsu dari enam bersaudara itu juga berhasil menggebrak, dan berkontribusi nyata dalam penurunan angka stunting di seluruh Kalbar lewat peran TP-PKK.

Windy yang juga merupakan Ketua Pembina Posyandu Kalbar itu tak ragu, dan tak sungkan untuk turun langsung dalam memberikan edukasi gizi kepada masyarakat serta mensosialisasikan tentang penanganan stunting.

Ketika menjadi narasumber podcast sosok inspiratif di TVRI Kalbar, Selasa (23/1), Windy sempat menceritakan kisah masa kecilnya. Salah satunya tentang kesenangan bermain permainan tradisional dakocan.

"Saya senang kalau main dakocan, makanya saya terkenal di Gang Rukun waktu itu termasuk yang jago main dakocan. Saya dulu sekolah di TK dan SD Bruder Pontianak di Jalan Nusa Indah, lalu SMP Suster, dan kemudian SMAN 1 Pontianak," ceritanya. 

Disiplin, mandiri, dan fokus pada tujuan adalah hal yang ditanamkan di dalam diri Windy sejak ia masih kecil.

"Sejak kecil kami memang dididik oleh orang tua untuk disiplin, dan menekankan bahwa pendidikan itu nomor satu," ucapnya. 

Selain mengajarkan disiplin, Windy menyebut orang tuanya juga mengajarkan kemandirian, dan toleransi antar umat beragama.

"Saya dari kelas dua SD berangkat ke sekolah sendiri menaiki alat transportasi umum (opelet). Orang tua saya juga mengajarkan toleransi untuk tidak membedakan agama, dan suku," ujarnya.

Windy berkisah, semasa kecil ia pernah bercita-cita menjadi penyiar di stasiun TV. Namun setelah lulus SMA, dirinya kemudian melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).

"Waktu itu karena saya sangat senang berkomunikasi, (ingin) menjadi MC atau penyiar. Ibu saya mengatakan jika ingin menjadi lebih luas dalam hal itu, di STPDN ini ada ilmunya. Dari situlah ibu saya memberikan pandangan tentang STPDN ini," ungkapnya. 

Dengan latar belakang tersebut, Windy ingin generasi muda saat ini juga bisa meraih kesuksesan di masa depan.

Karena itu, sebagai Pj Ketua TP-PKK Kalbar, ia turut merangkul para pemuda dalam upaya pencegahan stunting. Hal itu terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Pemuda- pemudi harus tahu dan mengerti pentingnya mencegah stunting, karena di tahun 2045 kita akan menuju Indonesia Emas. Jangan sampai Kalbar mempunyai pemuda-pemudi yang tidak berkualitas. Makanya program Serbu Posyandu itu hasilnya bukan kelihatan pada sepuluh tahun ke depan, melainkan dua puluh tahun yang akan datang," tuturnya.

Di akhir acara, Windy berpesan kepada para ibu di Kalbar, agar mampu mengatur pola asuh, dan pola didik anak, serta keluarga.

Wanita ketika sudah siap menjadi seorang ibu, menurutnya pasti juga harus siap untuk mendidik, dan mempersiapkan generasi muda ke depan.

Termasuk ketika menjadi seorang ibu yang memiliki karier, peran di dalam rumah tangga tetap harus diprioritaskan.

Peran tersebut antara lain yang berkaitan dengan pola asuh, dan pola didik anak, serta keluarga. 

"Saya sangat beruntung sekali mempunyai suami yang terus memberi motivasi, dan mengajarkan saya bagaimana menjadi seorang ibu yang baik kepada enam orang anak. Untuk terus memberikan kinerja terbaik dalam berkarir sebagai seorang abdi negara, dan mendampingi beliau dalam menjalankan tugasnya memimpin Kalbar saat ini," tutupnya. (bar/r)

Editor : Syahriani Siregar
#Disporapar #kalbar #Windy prihastari #wanita inspiratif #TP-PKK