PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) yang diwakili Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Mohammad Bari membuka Seminar Nasional Pengusulan Calon Pahlawan Nasional dari Provinsi Kalbar Tahun 2024 di Balai Petitih, Kantor Gubernur, Senin (26/2).
Pelaksanaan seminar tersebut dalam rangka mengupayakan tumbuh kembang nilai kepahlawanan, dan juga salah satu syarat dalam mencalonkan para pejuang Kalbar menjadi pahlawan nasional Republik Indonesia (RI).
Adapun nama calon-calon pejuang yang diseminarkan, atau yang akan diusulkan menjadi calon pahlawan nasional tahun 2024 ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI, yakni Rahadi Osman, Pangeran Natakusuma, dan Bardan Nadi.
Dalam seminar tersebut dibahas mengenai sosok, dan perjuangan ketiga tokoh asal Kalbar tersebut, dalam menentang penjajah Belanda.
Sebagaimana diketahui bahwa, sampai dengan saat ini, tokoh pejuang asal Kalbar yang sudah ditetapkan pemerintah RI sebagai pahlawan nasional baru ada dua.
Yaitu Raden Tumenggung Abdul Kadir Setia Pahlawan, yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah pada tahun 1999.
Lalu yang kedua ada Dokter Raden Rubini Natawisastra, yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah pada tahun 2022.
Melalui kegiatan seminar nasional tersebut, juga sebagai bentuk sosialisasi mengenai sosok, dan perjuangan Pangeran Natakusuma, Rahadi Osman, dan Bardan Nadi kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda sebagai penerus perjuangan, dan pembangunan bangsa Indonesia.
Selain itu, juga sebagai usaha agar tokoh pejuang dari Kalbar yang ditetapkan pemerintah RI sebagai pahlawan nasional bisa semakin bertambah.
Sehingga dengan demikian nama Kalbar akan semakin dikenal di tingkat nasional. Sebagai provinsi yang turut andil dalam perjuangan melawan penjajahan, serta mempertahankan kemerdekaan RI.
“Jadi ini sebagai upaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar untuk mengusulkan para pejuang asal Kalbar agar ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Sebelumnya kita (Pemprov) telah berhasil mengusulkan Dokter Raden Rubini Natawisastra sebagai pahlawan nasional,” ungkap Bari.
Bari berharap ketiga nama para pejuang yang diusulkan oleh Pemprov Kalbar tersebut, dapat ditetapkan menjadi pahlawan nasional oleh Presiden RI.
“Jadi ada tiga nama para pejuang yang kami harapkan, semoga salah satunya dapat ditetapkan sebagai pahlawan nasional, atau mungkin bahkan ketiga nama tersebut bisa ditetapkan,” harapnya.
Menurut Bari, dalam pengusulan tiga nama pejuang asal Kalbar tersebut, terdapat data-data lengkap yang sudah dihimpun melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kalbar.
“Untuk datanya sudah lengkap, semoga saja tidak ada kendala apapun, dan kami harapkan ini berjalan lancar,” tambahnya.
Melalui seminar tersebut, Bari mengatakan generasi muda Kalbar juga harus berbangga.
Karena Kalbar memiliki calon-calon pahlawan nasional, yang diharapkan bisa menjadi motivasi bagi generasi muda saat ini.
“Kami berharap banyak lagi ada pahlawan nasional asal Kalbar yang kita kenang melalui penghargaan, nama jalan, dan nama gedung. Hal ini tentu menjadi motivasi bagi generasi penerus,” pungkasnya.
Seperti diketahui, kegiatan seminar kemarin terselenggara atas kerjasama Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD 45) Kalbar, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kalbar, dan Dinas Sosial Kalbar, serta didukung oleh Pemprov Kalbar.
Adapun sebagai narasumber dalam seminar nasional tersebut menghadirkan empat pembicara. Yaitu Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum (Sejarawan Indonesia/Guru Besar di Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia), Syafaruddin Daeng Usman, S.Pd, S.H., M.H., (Sejarawan Kalbar), Dra. Juniar Purba, M.Si, (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalbar), dan Brigadir Jenderal Pol. Rudy Tranggono, S.ST., MK (Kepala BIN Daerah Kalbar), serta dimoderatori oleh Karel Juniardi, SS, M.Pd (Akademisi dari IKIP PGRI Pontianak). (bar/r)
Editor : Syahriani Siregar