Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Minta Kaji Izin Tempat Hiburan Malam Buntut Peristiwa Penusukan di Ibiza

Syahriani Siregar • Kamis, 29 Februari 2024 | 15:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PONTIANAK - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Nouval Ba’bud minta perizinan klub malam yang mengakibatkan pengunjung meninggal dunia akibat perkelahian berujung penusukan oleh tiga orang belum lama ini dapat dikaji kembali.

“Perkelahian di klub malam rawan terjadi. Paling baru terjadi di salah satu klub malam. Mereka berkelahi dan berujung penusukan. Menurut saya, ini perizinannya mesti dikaji lagi,” tegas Nouval kepada Pontianak Post, Rabu (28/2).

Harusnya pemilik klub dapat menjaga situasi aktivitas di klub malam sebagai upaya agar kejadian seperti ini tidak terjadi.

Jika kejadian ini kerap terjadi apalagi sampai menghilangkan nyawa pengunjung pastinya harus menjadi perhatian semua pihak.

Menurutnya, perizinan yang melibatkan aktivitas orang ramai perlu menjadi perhatian.

Apalagi di tempat hiburan malam. Pengaruh alkohol kadang membuat para pengunjung di bawah sadar.

Ketika tak sadar akibat senggol sedikit saja bisa berujung perkelahian.

Kejadian penusukan hingga membuat pengunjung meninggal harus menjadi catatan bagi semua pemilik klub malam.

Keamanan lebih diketatkan. Ketika muncul potensi perkelahian akibat hal sepele, secepatnya harus diredam. Tujuannya agar tidak terjadi hal tidak diinginkan.

Ia bakal memanggil pemilik usaha tempat hiburan malam. Tidak hanya satu THM saja namun semua.

Pemkot Pontianak mesti melihat kejadian ini dan harus diseriusi dengan tegas.

Jika ditemukan banyak mudaratnya iapun sepakat agar izinnya dicabut saja.

Dalam hal perizinan THM ini juga menjadi perhatiannya. Sebab izin penjualan minol juga ada aturannya.

Jangan sampai perizinannya kafe atau warkop, namun justru menjual minuman beralkohol. Jelas ini kata dia sudah menyalahi aturan.

Oleh sebab itu pengawasan penjualan minol mesti menjadi perhatian kembali. Pemkot Pontianak juga jangan sampai kecolongan.

Akhir-akhir ini kejadian di Kota Pontianak kerap viral di media sosial. Sebelum terjadi penusukan di klub malam.

Prilaku remaja yang menggunakan sepeda motor lalu membawa senjata tajam juga membuat masyarakat resah dan khawatir.

“Pontianak ini kota yang aman dan damai. Jangan sampai hal-hal seperti ini justru mencoreng nama kota. Apalagi kita kota barang dan jasa, jangan smapai orang luar datang ke kota merasa tak nyaman karena khawatir tak aman. Ini juga akan berpengaruh pada pendapatan asli daerah kita,” tegasnya.

Pada Minggu (25/2), seorang pengunjung tempat hiburan malam, Fandy tewas usai ditikam dengan sebilah pisau oleh tiga orang tak dikenal.

Kasus tewasnya pengunjung Ibiza tersebut terjadi sekitar pukul 03.20. 

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Dumaria Silalahi membenarkan, kasus penusukan pengunjung Ibiza tersebut.

Dia menjelaskan, saat itu korban bersama temannya masuk ke Ibiza lalu duduk di meja bar.

Tidak lama kemudian datang tiga orang tidak dikenal tiba-tiba berdiri di samping korban. 

Pada Senin (26/2), BG (39) dan M (46), pelaku penusukan terhadap Fandy yang terjadi di tempat hiburan malam Ibiza menyerahkan diri ke polisi. 

Kapolresta Pontianak, Kombes Adhe Hariadi membenarkan, jika kedua pelaku penusukan terhadap seorang pengunjung Ibiza sudah menyerahkan diri. 

"Berkat bantuan dari tokoh masyarakat, akhirnya kedua pelaku datang menyerahkan diri," kata Adhe, kemarin. 

Adhe menjelaskan, hasil penyelidikan dan berdasarkan rekaman kamera pengintai tindak penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal tersebut terjadi karena antara korban dan pelaku bersenggolan. (iza) 

Editor : Syahriani Siregar
#perkelahian #DPRD kota pontianak #klub malam #perizinan #THM