Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tanggapi Penolakan UAS di Melawi, Sy Machmud Ajak Masyarakat Jaga Harmoniasi dan Kondusifitas di Kalbar

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 1 Maret 2024 | 20:21 WIB
Pangeran Sri Negara Kesultanan Pontianak sekaligus Ketua Umum Pemuda Melayu (Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu, PFKPM) Kalimantan Barat, Syarif Machmud Alkadrie dan organisasi kemasyarakatan.
Pangeran Sri Negara Kesultanan Pontianak sekaligus Ketua Umum Pemuda Melayu (Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu, PFKPM) Kalimantan Barat, Syarif Machmud Alkadrie dan organisasi kemasyarakatan.

PONTIANAK- Pangeran Sri Negara Kesultanan Pontianak sekaligus Ketua Umum Pemuda Melayu (Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu, PFKPM) Kalimantan Barat, Syarif Machmud Alkadrie bersama organisasi kemasyarakatan di Kota Pontianak, mengimbau kepada masyarakat untuk saling menjaga kondisifitas yang ada di Kalimantan Barat.

“Kami telah sepakat untuk menciptakan kondusifitas di Kalimantan Barat. Mari lah kita bersama-sama, saling menjaga, saling bahu membahu sehingga tercipta harmonisasi antar umar beragama,” ujar Syarif Machmud, Jumat (1/3) malam.

Imbauan tersebut menyusul terjadinya penolakan kedatangan Ustad Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Sintang, oleh sekelompok masyarakat.

Oleh karena itu, Syarif Machmud yang didampingi Pangeran Adipati Kesultanan Pontianak, Ketua Pemuda Pancasila Abriansyah, Panglima Bala Komando, Melayu Bersatu, Matra, Kopyah Miring, Bodygard Bersolawat, dan organisasi kemasyarakatan lainnya mengajak masyarakat, khususnya di Kabupaten Sintang dan Melawi, untuk bersama-sama saling menghargai, sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif.

“Untuk saudara-saudara saya di Kabupaten Sintang dan Melawi, mari kita saling menghargai untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Jangan terprovokasi okeh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum,” pinta Machmud.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Pemuda Pancasila Abriansyah. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Melawi dan Sintang untuk bersama-sama menjaga ketertiban di Kalimantan Barat.

“Saudara-saudara di Sintang, Melawi, adalah saudara kita juga. Tolong saling mengharaga antar umat beragama, tidak saling menyakiti. Kita tidak sedarah, tapi kita lebih dari saudara,” pungkasnya. (arf)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#penolakan #abdul somad #melawi #ustad abdul somad #pontianak #uas #dayak #melayu