Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Revitalisasi Bahasa Daerah di Kalimantan Barat

A'an • Selasa, 5 Maret 2024 | 13:07 WIB
RAKOR: Balai Bahasa Kalbar menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait, 4 hingga 6 Maret 2024.
RAKOR: Balai Bahasa Kalbar menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait, 4 hingga 6 Maret 2024.

PONTIANAK - Balai Bahasa Kalimantan Barat akan melakukan revitalisasi Bahasa Melayu di Pontianak dan Kubu Raya, serta Bahasa Dayak Hibun di Sanggau pada tahun 2024.

Anang Santosa, Kepala Balai Bahasa Kalbar menjelaskan, revitalisasi ini merupakan kali pertama dilakukan di Kalimantan Barat sejak program revitalisasi diluncurkan tahun 2021.

Revitalisasi bahasa daerah merupakan salah satu program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kegiatan revitalisasi bahasa daerah ini berawal dari tiga provinsi di tahun 2021, 13 provinsi di tahun 2022, dan 26 provinsi di tahun 2023.

“Sementara di Kalbar akan direvitalisasi dua bahasa, yaitu bahasa Melayu di Pontianak dan Kubu Raya serta bahasa Hibun di Sanggau.

Tentu harapan kami setelah ini akan dilanjutkan revitalisasi bahasa-bahasa lainnya,” paparnya.

Revitalisasi juga untuk meningkatkan semangat khususnya generasi muda untuk memahami dan mewarisi kekayaan bahasa.

“Kenapa ada bahasa yang punah, bahasa yang kritis karena tidak diwariskan. Kami berupaya agar bahasa daerah dituturkan generasi muda melalui sesuatu yang menyenangkan bagi mereka,” paparnya.

Materi revitalisasi akan dilakukan beragam, seperti baca puisi dengan bahasa daerah, baca cerita bahkan stand up comedy. “Gimana nanti bahasa daerah itu diaplikasikan dengan generasi muda,” papar dia.

Pada 4 hingga 6 Maret 2024 ini, Balai Bahasa Kalbar menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait. Hasil dari rakor ini, kata Anang akan dilakukan diskusi kelompok terpumpun.

Diskusi itu nantinya menghadirkan pakar-pakar dibidangnya. Dari diskusi kelompok terpumpun ini mengimbaskan pada guru-guru kemudian ke siswa.

“Kami optimis. Saya harapkan dengan arah yang baru akan menggugah generasi muda. Terbukti di beberapa provinsi yang selama ini dikira tidak banyak dukungan ternyata dukungannya luar biasa. Saya harap di Kalbar seperti itu,” jelasnya.

Staf Ahli Gubernur Kalbar, Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia,Alexander Rombonang mengatakan bahasa itu adalah akar dari budaya, seseorang akan tahu dan mempelajari budaya setempat dari bahasa.

Terkait revitalisasi itu sangat penting dalam upaya melestarikan bahasa daerah. Upaya merevitalisasi kembali suatu upaya untuk merawat kebudayaan

“Kita sudah banyak kehilangan bahasa-bahasa daerah, kenapa pertama penuturnya yang menggunakan bahasa itu berkurang, juga pengaruh interaksi secara global sehingga bahasa itu mulai terpengaruh, mulai dari kosakatanya yag berubah, hilang dan sebagainya sehingga upaya merevitalisasi kembali suatu upaya untuk merawat kebudayaan,” jelasnya.

Pemprov Kalbar kata dia akan mendukung kegiatan merevitalisasi bahasa daerah ini. Bahkan kata dia, pihaknya dengan tangan terbuka jika Balai Bahasa Kalbar memerlukan dukungan dan kolaborasi. (mrd)

Editor : A'an
#revitalisasi bahasa #bahasa melayu #kalbar #Balai Bahasa #Bahasa Dayak Hibun