PONTIANAK - Ramadhan 1445 Hijriah ini, penjualan pernak-pernik atau aksesoris yang berhubungan dengan bulan penuh berkah di Kota Pontianak dan Kubu Raya, masih laris manis.
Penjualannya terjadi pada proses offline, para pemilik toko juga kebanjiran order dari penjualan online.
"Hampir setiap Ramadhan, banyak pesanan yang membutuhkan pernak pernik, selain untuk hiasan rumah juga agenda kegiatan lain," ucap Amri, penjual aksesori ibadah secara offline dan online, Selasa(12/3) di Pontianak.
Menurut dia yang berjualan lewat lapak dadakan ini, aksesoris yang diburu diantaranya bedug mini, ketupat mini, masjid ukuran kecil, kaligrafi, pigura karakter dan lainnya.
"Bahkan walaupun lebaran masih jauh, pesanan tetap saja mengalir seperti air, terutama luar Pontianak," ujarnya.
Mungkin tak kalah gesitnya adalah penjualan kitab suci dan mukena perempuan sangat diminati dan dicari. Makanya, dia rela membuka lapak dadakan dan memesannya jauh-hari hari.
"Saya sudah pesan barang2 ini dari jawa, kemudian jual lagi di Pontianak. Bagi saya, kesempatan ini setahun sekali. Jadi, harus dimanfaatkan peluang dan membaca kebiasaan masyarakat kita," ucap dia.
Sementara itu, Afui penjual mainan anak-anak yang punya toko cukup besar di Kubu Raya mengaku untuk persiapan Ramadhan dan lebaran ia menambah dagangannya dengan berbagai pernak-pernik.
"Ada lampion atau lentera penyambut Ramadan. Ini sudah kita persiapkan jauh-jauh hari, selain aneka mainan anak-anak," ujarnya.
Di tokonya, Afui juga mempersiapkan sejumlah barang dagangan seperti kembang api dan mainan anak-anak yang biasa diburu saat Ramadhan tiba.
Baca Juga: Pawai Akbar Sambut Ramadan, Ribuan Peserta Tumpah Ruah
"Bahkan habis lebaran, mainan anak-anak ini paling laku. Pembelinya kebanyakan anak-anak setelah menerima uang THR kecil dari orang tua dan keluarga mereka," pungkas dia.(den)
Editor : A'an