Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pola Asuh Lembut, Anak Rentan Berlaku Tak Terkendali

A'an • Kamis, 14 Maret 2024 | 14:45 WIB
Syarif Amin Muhammad, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat.
Syarif Amin Muhammad, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

PONTIANAK - Syarif Amin Muhammad, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat menyoroti maraknya kasus perkelahian anak, hingga membawa senjata, perang sarung dengan benda berbahaya, balap liar anak muda dan lain-lain di Kota Pontianak, selama bulan Ramadan 2024 ini.

Selain merasa prihatin sebagai orang tua, juga membahayakan warga sekitar yang rentan menjadi korban.

"Jelas ini berbahaya, kalau tidak ada efek jera bagi anak-anak yang teridentifikasi sebagai pelajar SMP, SMA/SMK dan anak muda non sekolah. wajib ditindak tegas seandainya tidak diindahkan peringatan kita," ucapnya baru-baru ini di Pontianak.

Amin mengingatkan peran pertama jelas sekali orang tua anak-anak tersebut harus hadir, bagaimanapun keadaan si anak.

Mereka (anak-anak) harus dipantau, diawasi dan diperhatikan ketika beraktivitas di luar rumah. Jangan sampai berangkat dari rumah, dengan kesan baik-baik tetapi di luarnya justru bertindak bergajol.

"Seperti yang sedang marak belakangan ini. Anak-anak yang tengah mencari perhatian semacam menjadi "gangster". Bawa sajam, mau nebas orang manapun yang dianggap lawan. Tak jarang kendaraan roda dua menjadi korban dibacok-bacok. Jelas ini vandalisme membahayakan," ucapnya.

Dia pun meminta orang tua sebagai orang terdekat anak, hendaknya menjadi jembatan perubahan anak-anak. Jangan sampai para orang tua menyesal, ketika masyarakat dan aparat nantinya bertindak sangat tegas di lapangan.

"Daripada membawa sajam dan membahayakan nyawa seseorang, bisa saja hal-hal tidak diinginkan kepada anak-anak tersebut terjadi," ucapnya.

Politisi Nasdem Kalbar ini pun menyitir perubahan sistem mendidik anak-anak pola zaman dahulu dan sekarang. Zaman sekarang dengan ketatnya UU perlindungan anak, peran orang tua tak bisa keras dan tegas.

Beda dengan zaman dulu, bisa menjewer anak ketika anak kelewat batas. Dampaknya, pola asuh sekarang yang lembut dan terkesan dimanjakan dinilainya berpengaruh pada pembentukan karakter anak-anak. Mereka cenderung tak terkontrol dan emosinya bahkan mengarah pada sikap kurang santun kepada orang tua.

"Waktu dulu kalau guru ngaji jewer untuk mengingatkan kita buat mengaji tak masalah, bahkan menjadi kenangan hingga sekarang. Sekarang orang tua pun tak boleh. Kalau dilaporkan bisa melanggar Undang-undang Perlindungan Anak. Akibatnya anak menjadi manja dan tidak terkontrol emosinya. Kejadiannya seperti sekarang ini," ucap dia.

Bahkan, lanjut dia, jika kemauan anak tak dipenuhi dalam beberapa kasus, ada anak yang tega memukul orang tuanya hingga membunuh. Maka dari itu, Amin mendorong untuk sekarang patroli kepolisian terus ditingkatkan. Terlebih di bulan Ramadhan 1445 Hijriah ini.

"Mau tidak mau, kepolisian harus ekstra keras, patroli ditingkatkan. Masyarakat lingkungan RT dan RW juga harus waspada dan lakukan kontrol. Andai ditemukan anak-anak ngumpul larut malam, ditegur dan dilaporkan. Apalagi kalau kedapatan membawa sajam," pungkas dia.(den)

Editor : A'an
#DPRD Kalbar #Syarif Amin Muhammad #pontianak #pola asuh anak