Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Heri: Kedepan, Pontianak Butuh Figur Pemimpin Mampu Atasi Banjir

A'an • Jumat, 29 Maret 2024 | 17:16 WIB
Foto: Heri Mustamin, Ketua Pansus Raperda Retribusi dan Pajak Daerah Kalbar.
Foto: Heri Mustamin, Ketua Pansus Raperda Retribusi dan Pajak Daerah Kalbar.

Solusinya, Benahi Drainase dan Normalisasi Parit Secara Total.

PONTIANAK - Ketua Komisi V DPRD Kalbar, sekaligus anggota DPRD dari Partai Golkar dapil Kota Pontianak, Heri Mustamin menyebutkan bahwa genangan air atau banjir yang kerap terjadi di wilayah Kota Pontianak, hanya dapat teratasi dengan penataan drainase dan normalisasi parit secara menyeluruh.

"Saya sudah lama menjadi pimpinan sekaligus anggota DPRD Kota Pontianak beberapa periode. Masalahnya adalah penataan drainase dan normalisasi parit beberapa waktu belakangan, sepertinya tidak ada tempat sama sekali. Seperti tidak diperdulikan," ucapnya baru-baru ini di Pontianak.

Menurutnya sebagai putra yang lahir dan dibesarkan di Kota Pontianak, julukan Kota Seribu Sungai sudah sangat melekat dengan wilayah yang dijuluki Kota Khatulistiwa ini. Sayangnya, pemandangan beberapa waktu belakangan, banyak parit menjadi sirkulasi air keluar masuk justru ditimbus. Belum lagi beberapa titik, normalisasi aliran airnya juga tidak berjalan.

"Tidak heran, turun hujan hanya 1-2 jam saja, maka genangan air dan disebut masyarakat Pontianak banjir bakalan terjadi dan viral," ucapnya.

Dia menyarankan bahwa persoalan genangan air ini, dari dahulu hanya dapat teratasi dengan mengembalikan fungsi normalisasi parit. Benahi juga drainase-drainase tempat sirkulasi aliran air keluar masuk. Jangan sampai ada drainase dibangun asal-asalan dan tak estikta. Lebih cenderung melanggar RTRW Kota Pontianak.

"Kalau hari ini dan besok-besok orang bertanya, Pontianak masih tergenang. Pastinya iya, jika persoalan tersebut tidak teratasi. Sebab, tak bakalan teratasi selama normalisasi parit, drainase dan lain-lain tidak pernah dibenahi," jelasnya.

Heri kemudian merujuk bagaimana masterplan Kota Pontianak dibangun pendirinya dengan memperhatikan air. Bahkan Rohana, Walikota Perempuan pertama di Kota Pontianak membangun Kota Pontianak justru dengan cara normalisasi parit-parit. Untuk tahun 2024 ini, lanjutnya, tidak boleh lagi berwacana, jika ingin membenahi genangan air dan banjir.

Dia pun melontarkan masukannya kepada Walikota Pontianak, Edi Kamtono yang sedang menjabat ini.

"Pak Edi Kamtono adalah rekan dan sahabat kita. Mohon maaf ini pak Walikota, yang juga orang teknis dan paham benar bagaimana mengatasi banjir dan genangan air. Tetapi sayangnya program-program pengentasan banjir di zaman anda terkesan tak terlaksana. Jadinya seperti begini, Pontianak viral di mana-mana karena genangan air atau banjir ," ujarnya.

Heri justru memuji Walikota periode sebelumnya. Sangat mantap dalam menjaga wilayahnya dari genangan air dan banjir. Tidak diperbolehkan bangunan di atas parit. Parit-parit dinormalisasi.

Namun sekarang parit-parit justru tertutup, drainase juga berantakan. "Ini sudah menjadi serius. Akan terus-terusan banjir kalau tak segera teratasi," jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya bahwa dari dahulu ada satu mitos, yang terus menerus diingatkan pendiri Kota Pontianak. Yang paling ditakutkan adalah genangan air dan banjir.

"Mau kemana kita (masyarakat Pontianak), kalau sudah terjadi banjir. Apa hanya menerima saja. Cukup 1-2 jam guyuran hujan, melihat Kota Pontianak banjir. Kedepannya, Kota Pontianak butuh figur Walikota yang memperhatikan masalah sederhana parit-parit, drainase dan lainnya," pungkas dia.(den)

Editor : A'an
#HERI MUSTAMIN #DPRD Kalbar #pontianak #banjir