Marsita Riandini, Pontianak
"Momen liburan hari raya Idulfitri menjadi momen kumpul bersama anggota Xing Fu sekaligus berbagi kasih," ujarnya.
Seperti biasanya setelah kumpul sejenak di warkop Ali Merapi, Yap Cie Hun bersama pengurus lainnya berangkat ke tempat tujuan untuk memberikan bantuan biaya pengobatan.
Mulanya mereka menemui Ji Cin Kian, seorang tukang petik kelapa yang sudah berusia 55 tahun ini kehilangan kesadaran akibat kecelakaan lalu lintas.
Kondisi ini menyebabkan ia tak dapat bekerja dan harus mendapatkan perawatan intensif.
Bantuan langsung diberikan ke pasien di rumahnya di Jalan Raya Sungai Kakap Parit Gado, atas rekomendasi dari Venessa Tsu.
Xing Fu kemudian menemui Ayu Azhari yang baru saja melahirkan bayi prematur. Bahkan saat ditemui, sang bayi belum sempat diberi nama dan sedang dirawat di RS.
Antonius. Bantuan diserahkan ke ayahnya, atas rekomendasi dari Jap Cin Hiong.
Sebelumnya pada akhir Maret lalu Xing Fu juga memberikan bantuan kepada Lau Lie Meng (Muslimin) yang di rawat di RS. Kharitas Bhakti.
Lie Meng harus berjuang akibat menderita komplikasi jantung. Bantuan diberikan dalam bentuk panjar rawat nginap, atas rekomendasi dari Tan Tjun Hua.
Xing Fu juga menjumpai Farel Adilla yang menjadi korban pembacokan salah sasaran. Bantuan diserahkan ke keluarga korban, atas rekomendasi dari Pontianak Post.
Hendi Kurnia (38 tahun) seorang petani asal Kapuas Hulu yang menderita kanker kulit kronis dan lagi dirawat RS. Dr. Soedarso.
Bantuan diserahkan ke keluarga pasien, atas rekomendasi dari Ng A Meng pada 07 April 2024.
Yap Cie Hun mengatakan nantuan ini merupakan wujud kepudulian atas kondisi yang dialami penerima manfaat.
Komunitas yang memiliki visi misi menghimpun kasih, berbagi kasih dengan setulus hati ini memiliki keprihatinan banyaknya warga yang mengalami kesulitan ekonomi, terutama untuk berobat.
"Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat dan dapat sedikit membantu dalam kebutuhan pengobatan," pungkasnya. (*)
Editor : Syahriani Siregar