Pada Selasa 21 Mei 2024, polisi kembali melakukan pencarian tulang di lokasi penemuan.
Hasilnya ditemukan kembali tulang manusia yang diduga bagian dari tulang yang ditemukan sebelumnya.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias Kuncorojati mengatakan, saat pencarian hari Selasa itu pihaknya kembali menemukan beberapa tulang manusia diduga hampir sama dengan tulang belulang yang ditemukan sebelumnya.
Trias mengungkapkan, adapun tulang-tulang yang ditemukan, yakni tulang belakang, dua batang tulang tangan kiri bawah, dua batang tulang kaki kanan bawah, dua batang tulang kaki kiri bawah, dan satu batang tulang tangan kiri atas.
"Sampai dengan saat ini kami masih berusaha untuk mengidentifikasi siapa identitas tulang tersebut," Kata Trias, Kamis (23/5).
Sementara, lanjut Trias, sebelumnya tulang yang ditemukan di parit yakni tulang pinggul, tulang paha kanan dan beberapa barang milik korban yakni celana dalam warna merah muda, celana pendek.
"Dari hasil otopsi diketahui korban sudah meninggal tiga sampai empat minggu sebelum ditemukan," ungkap Trias.
Trias menyebutkan, dari data laporan yang diterima pihaknya, ada beberapa laporan orang hilang, namun apakah data orang hilang tersebut ada satu di antara pemilik tulang tersebut masih belum diketahui.
"Untuk tes DNA, kami masih mencari DNA pembanding," ucap Trias.
Sebelumnya, dokter Forensik Rumah Sakit Anton Soejarwo berhasil mengidentifikasi potongan tubuh manusia yang ditemukan di dalam saluran air, Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Selatan pada Rabu (15/5) pagi.
Hasil otopsi yang dilakukan dokter terhadap potongan tubuh manusia diketahui berjenis kelamin perempuan.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias Kuncorojati mengatakan, otopsi tidak dapat menemukan penyebab kematian karena jasad hancur dan sudah membusuk.
Namun, lanjut Trias, hasil otopsi dapat memastikan jika potongan tubuh manusia tersebut berjenis kelamin perempuan.
Identifikasi tersebut dikuatkan dengan bentuk pinggul potongan tubuh manusia tersebut berbentuk oval.
"Hasil otopsi menyimpulkan dalam hasil jenazah telah meninggal dalam kurun waktu tiga sampai empat pekan," kata Trias, Jumat (17/5).
Trias mengatakan, untuk memastikan identitas potongan tubuh manusia tersebut, dokter telah mengambil sampel deoxyribo nucleic acid (DNA) jenazah.
Sampel DNA dikirim ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan.
"Kami saat ini masih menunggu hasil tes DNA untuk mengetahui identitas jasad. Dari hasil DNA itu agar diketahui siapa keluarganya. Ketika sudah diketahui maka penyelidikan akan dimulai,” ucap Trias.
Potongan tubuh manusia tersebut ditemukan di dalam selokan oleh petugas normalisasi saluran dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak.
Potongan tubuh manusia tersebut ditemukan di selokan Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Kota, pada Rabu, 15 Mei 2024.
Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Eeng Suwenda membenarkan temuan potongan tubuh manusia tersebut.
Eeng menerangkan, temuan potongan tubuh manusia tersebut dilaporkan oleh petugas normalisasi saluran selokan dinas PUPR Kota Pontianak yang sedang melaksanakan pengerjaan pembersihan saluran air di Jalan Danau Sentarum.
"Potongan tubuh manusia yang ditemukan ini mulai dari pinggang sampai dengan kaki menggunakan celana berwarna biru yang tersangkut dekat jembatan didepan Jalan Ilham," kata Eeng. (adg)
Editor : Syahriani Siregar