PONTIANAK - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil meraih dua penghargaan pada Anugerah Reksa Bandha Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalbar Tahun 2023 yang digelar Kanwil DJKN Kalbar, Kamis (30/5).
Dalam agenda bertajuk Kuatkan Sinergi, Optimalkan Lelang dan Aset Negara sebagai Penggerak Ekonomi Bangsa itu, Pemprov Kalbar mendapat penghargaan sebagai Mitra Lelang Frekuensi Lelang Terbanyak (Kategori Pemda), dan Mitra Penilaian Terkolaboratif Tahun 2023.
Sebagai informasi, Anugerah Reksa Bandha merupakan penganugerahan bagi satuan kerja di bawah Kanwil DJKN Kalbar, KPKNL Singkawang, dan KPKNL Pontianak.
Penghargaan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi kepada satuan kerja dalam pengelolaan, dan pengurusan barang milik negara yang lebih baik.
Selain itu, Anugerah Reksa Bandha juga merupakan penghargaan atas upaya perkembangan berkelanjutan dalam pelaksanaan lelang barang milik negara, barang milik daerah, eksekusi hak tanggungan, dan eksekusi barang rampasan negara.
Anugerah Reksa Bandha 2023 DJKN Kalbar ini merupakan tusi dari BMN Awards DJKN Kalbar, dan Lelang Awards DJKN Kalbar. Kegiatan turut dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson, Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalbar Titik Fajar Ruwandari, jajaran Forkopimda Kalbar, bupati/wali kota se-Kalbar, serta perwakilan satuan kerja pemenang penghargaan. Selain menjadi ajang apresiasi bagi satuan kerja, acara ini juga menjadi perekat silaturahmi antara pengelola barang, dan pengguna Barang Milik Negara (BMN) dan Barang Milik Daerah (BMD) di Kalbar.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Kalbar Harisson menyampaikan apresiasi atas pencapaian Kanwil DJKN Kalbar, dan atas upaya perbaikan tata kelola aset yang terus dilakukan oleh pemerintah pusat. “Kami berharap kerja sama ini tetap terus terjalin demi terwujudnya pengelolaan BMN dan BMD yang efektif, efisien, dan memberikan perubahan,” ungkapnya.
Pengelolaan BMN, dan BMD yang baik dan akuntabel, serta optimalisasi pelaksanaan lelang, menurutnya tak lepas dari peran sinergi Pemda, dan DJKN. Untuk itu, ia merasa peran serta lelang dan pengelolaan BMN, BMD sebagai penggerak ekonomi bangsa harus terus diimbangi dengan sinergi, dan kolaborasi antara DJKN dengan para stakeholder.
"Sinergi dan kolaborasi antara DJKN, dan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota diKalbar dalam proses pemanfaatan BMD, melalui penilaian dan pelaksanaan lelang harus terus ditingkatkan,” pesannya.
Ia mengatakan, lelang merupakan salah satu bentuk mekanisme transaksi jual beli barang yang kompetitif dan transparan. Dengan adanya kolaborasi, dan peningkatan kompetensi para penilai di Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota, bersama dengan para penilai di DJKN, diharapkan dapat mewujudkan efektifnya pengelolaan BMN, dan BMD. “Sehingga memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian daerah,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Harisson menyebutkan, kolaborasi juga dilakukan dalam hal pemenuhan kebutuhan aset, antara lain beberapa aset Aset Bekas Milik Asing/Tionghoa (ABMAT) dari DJKN diserahkan ke beberapa pemerintah kabupaten/kota untuk dimanfaatkan. Selain itu, beberapa kebutuhan pemerintah pusat juga dipenuhi dari aset pemerintah daerah.
Oleh sebab itu, ia merasa kehadiran Kanwil DJKN Kalbar, dan KPKNL di daerah telah banyak memberikan kontribusi bagi Pemprov Kalbar. Karena dalam aktivitas koordinasi, dan kerja sama sebagai mitra pemerintah, DJKN dan KPKNL telah memberikan dukungan yang maksimal, sehingga berdampak pada peningkatan tata kelola BMD di lingkungan Pemprov Kalbar. "Atas nama Pemprov Kalbar saya mengapresiasi DJKN Kalbar, dan KPKNL yang telah melakukan tugas dan fungsinya dengan baik. Semoga sinergi, dan kolaborasi dapat terus terjalin, serta ditingkatkan,” harapnya.
Anugerah Reksa Bandha Tahun 2023, kata Harisson, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk terus meningkatkan motivasi dan juga sebagai bentuk apresiasi kepada para pemangku kepentingan terpilih yang telah mengelola, memanfaatkan, menertibkan, serta menggunakan BMN dengan baik.
“Oleh karena itu, aset harus dijaga, dikelola, dan dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi kesejahteraan seluruh masyarakat. Tentunya saya sangat mengapresiasi capaian tersebut, karena BMN, dan BMD itu adalah hasil jerih payah rakyat, sehingga harus kita jaga, dan laporkan penggunaannya agar efektif,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Harisson menyampaikan, pencapaian yang positif ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus melayani, dan bekerja dengan sepenuh hati. Menurutnya, selalu jujur dan amanah menjadi landasan dalam membangun fondasi budaya yang bertanggung jawab dalam mengelola aset negara, dan daerah. Ia mengajak semua untuk selalu berperan aktif dengan membangun karakter yang lebih baik dalam rangka pengelolaan keuangan dan aset daerah.
"Mari kita tingkatkan, sebagai bagian dari pada etos kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Perjalanan sudah cukup spektakuler, namun masih banyak yang harus dilakukan. Mari kita benahi aset daerah ini untuk masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.(bar/r)
Editor : A'an