Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Global Education Fair Beri Kemudahan Bagi Siswa untuk Belajar Antarnegara

Syahriani Siregar • Jumat, 14 Juni 2024 | 16:09 WIB
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan  Education Malaysia Global Services (EMGS) menggelar kegiatan Global Education Fair pada 12-13 Juni 2024 di PCC.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Education Malaysia Global Services (EMGS) menggelar kegiatan Global Education Fair pada 12-13 Juni 2024 di PCC.

PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Rita Hastarita mengatakan, para siswa bisa memanfaatkan Global Education Fair untuk mencari informasi tentang perguruan tinggi baik di Indonesia maupun luar negeri khususnya di Malaysia bila ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Seperti diketahui ada 16 perguruan tinggi Malaysia dan 18 perguruan tinggi Indonesia yang hadir dalam acara Global Education Fair 2024.

Acara itu digelar merupakan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kalimantan Barat.

Adapun perguruan tinggi Malaysia yang berpartisipasi meliputi UM, UKM, UTM, UNITI, The One Academy, MMU, QIU, UniKL, Yahos Sarawak, Fame Sarawak, APU, Raffles University, UTS, Swinburne, ICATS, Curtin, Unimas, serta TAFE NSW & AMCA dan Centexs Sarawak.

Sedangkan perguruan tinggi dari Indonesia di antaranya adalah Trisakti Jakarta, President University, Unpar Bandung, Poltekkes, Universitas Panca Bakti, Universitas OSO, IAIN, BSI Pontianak, Universitas Winaya Mukti, Universitas Multimedia Jakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Telkom Bandung, YARSI Pontianak, dan Untan Pontianak.

CEO Education Malaysia Global Services (EMGS), Novie Tajuddin mengatakan ada tiga faktor utama dalam kolaborasi dari acara yang digelar.

Salah satunya adalah kedekatan geografis antara Malaysia dan Indonesia memudahkan siswa untuk belajar di kedua negara.

Ada program yang memungkinkan siswa belajar dua tahun di Malaysia dan dua tahun di Untan atau UKM, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih luas.

Kedua, universitas di Malaysia diakui secara global. QS Ranking terbaru menempatkan lima universitas Malaysia di antara top 200 dunia, termasuk Universitas Malaysia yang berada di peringkat ke-60.

"Kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas dosen dan institusi melalui program-program yang diakui secara internasional," ujar Novie di Pontianak kemarin.

Lanjut Novie, ketiga, biaya pendidikan di Malaysia terjangkau. Sarawak, misalnya, adalah pilihan dekat dan ekonomis bagi siswa dari Kalimantan.

Malaysia memiliki 10 cabang universitas asing yang menawarkan program yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan orang tua.

Ia mengatakan dengan terjalinnya kerja sama yang ada antara Kalimantan Barat khususnya dengan Malaysia akan dapat meningkatkan tahap pendidikan kedua negara, ini Malaysia dan Indonesia, dan dapat memenuhi Indonesia emas 2045. (mse)

Editor : Syahriani Siregar
#kalimantan barat #Rita Hastarita #dinas pendidikan #perguruan tinggi #Global Education Fair