Dalam kesempatan itu, Harisson bersama keluarga sekaligus menyerahkan bantuan satu ekor sapi kurban kepada panitia kurban Masjid Raya Mujahidin.
“Saya selaku pribadi, keluarga sekaligus atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah/2024 Masehi kepada bapak, ibu, saudara, saudari, dan seluruh masyarakat Provinsi Kalbar,” ungkap Harisson dalam pidatonya.
Di momen Iduladha, Harisson mengajak semuanya untuk belajar dari keyakinan, dan keteguhan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT.
“Semoga selalu menumbuhkan semangat taat, dan patuh bagi kita umat Islam untuk senantiasa menjalani perintah Allah SWT dengan keikhlasan, serta melalui takdir kehidupan, dan ketabahan,” ujarnya.
Orang nomor satu di Kalbar itu juga mengatakan bahwa Hari Raya Iduladha selalu mengingatkan tentang bagaimana keikhlasan Nabi Ibrahim AS menjalankan ketakwaan kepada Allah SWT.
Nabi Ibrahim dengan keikhlasannya mengorbankan anaknya Nabi Ismail, walaupun akhirnya digantidengan hewan kurban.
“Saya mengingatkan seluruh masyarakat Kalbar, seluruh ASN di Kalbar untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dalam rangka kita bersama-sama membangun Kalbar ini. Jadi (ikhlas) mengorbankan tenaga, dan pikiran, karena semuanya untuk membangun Kalbar, dan terutama sebenarnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menjalin silaturahmi kedekatan juga dengan sesama umat di Kalbar,” pesannya.
Harisson menambahkan, kurban merupakan ibadah yang sunnah muakkadah. Jadi begitu dianjurkan bagi umat Islam yang mampu.
“Maka dari itu, semoga kita diberikan rezeki yang berlimpah sehingga dapat berkurban, dan semoga kurban yang kita lakukan diberikan keridaan dari Allah SWT,” harapnya.
Sebagaimana diketahui peringatan Iduladha seyogyanya mengajak semua untuk senantiasa bercermin bahwa eliminasi egoisme manusia atas kepemilikan diri dan kelompok, kesabaran, serta keteguhan merupakan modal utama yang harus ditumbuhkembangkan.
Yakni dalam rangka menghadapi berbagai persoalan kehidupan di era globalisasi, serta untuk meningkatkan kebersamaan, dan solidaritas sosial.
“Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk menjalani perintah Allah SWT dengan ketaatan, dan keikhlasan, dan semoga hikmah keikhlasan serta pengorbanan Iduladha senantiasa dapat kita aktualisasikan dalam setiap aspek kehidupan,” tambahnya.
Menutup pidatonya, Harisson kembali berpesan untuk mengambil hikmah dari Hari Raya Kurban.
Yakni sebagai bentuk taqarrub (pendekatan) diri kepada Allah SWT, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan.
“Semangat berbagi, dan menguatkan persaudaraan dalam masyarakat muslim, serta tolong menolong dengan sesama serta menghapus dosa, dan mendapatkan ganjaran yang besar,” pungkasnya. (bar/r)
Editor : Syahriani Siregar