PONTIANAK - DPP PDI Perjuangan sudah memberikan surat tugas atau surat mandat kepada Thomas Alexander, anggota DPRD Kalbar 3 periode sekaligus bakal calon Bupati Ketapang 2024. Namanya disebut-sebut bakalan menjadi lawan tangguh bagi penantangnya. Meskipun sudah dijodohkan dengan Uti Royden Top (Otop), sebagai pendampingnya tetapi politik masih cair.
"Politik di Ketapang masih cair. Prioritas pasangan saya memang duet Thomas-Uti (Thomas-Otop) atau Thomas Aleksander -Uti Royden Top. Akan tetapi tak sedikit tokoh-tokoh yang masih melakukan penjajakan," kata Thomas, Rabu(3/7) di Gedung DPRD Kalbar.
Menurut Thomas, dirinya memang cukup intensif didekati tokoh-tokoh di Kabupaten Ketapang. Ada tokoh pendidikan, tokoh partai, tokoh masyarakat, tokoh agama termasuk tokoh pemuda. Pastinya, kriteria dirinya dalam menetapkan pendamping atau bakal calon Wakil bupati Ketapang harus bisa saling bekerjasama.
"Kan kita utus negara, daerah. Terpenting masyarakat yang kita harus benar-benar merasakan kehadiran kita," ucapnya.
Dia menambahkan sosok pendamping yang dibutuhkannya selain sangat paham dengan pemerintahan, terpenting mampu terintegrasi dengan proses pembangunan untuk rakyat. Makanya duet bupati-wakil bupati ideal berikutnya, adalah yang benar-benar bekerja buat rakyat. "Itu point terpenting dari sosok pendamping saya," ujar dia.
Di sisi lain mengurus daerah tetap harus berasaskan kepada aturan. Misalnya Undang-Undang Dasar dan Pancasila harus berjalan sesuai relnya. Selanjutnya menata pemerintahan juga disesuaikan UU 23 tentang Otda, rencana pembangunan nasional dan aspek lain.
"Semuanya harus dipahami termasuk penggunaan keuangan daerah. Jika sudah terlaksana, maka Ketapang bakalan maju pesat," pungkasnya.
Soal surat tugas dari DPP PDI Perjuangan yang sudah diterimanya ? Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menjawab memang belum terdengar pasangan yang mengumumkan duetnya di berbagai media dari kabupaten ale-ale ini.
Namun pastinya konstelasi politik di Kabupaten Ketapang, dan partai pengusung masih cari semua. "Masih memungkinkan saling silang dan lainnya. Pastinya buat saya, duet Alex-Uti prioritas tetapi pendamping lain juga memiliki hak sama, tergantung kedepan seperti apa kesepakatan politik dalam memakmurkan masyarakat Kabupaten Ketapang," jelasnya.
Sebagai bagian dari partai politik, Alex memastikan tetap berkomunikasi dengan parpol manapun. Meskipun nantinya tidak terbangun koalisi, kebersamaan membangun Ketapang harus diutamakan.
"Siapapun dia, kami tetap menjalin komunikasi. Kemungkinan ke depannya PDI-P, PPP, PKB, Nasdem dan diprediksi PKS bisa sat arah. Khusus PKS, kami sudah jalin komunikasi dengan ketua di Kalbar. Yang pasti sekarang, politik PDI Perjuangan masih cair dalam membangun komunikasi dengan siapapun," pungkasnya.
M. Jimmy Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar Bidang Ideologi dan Kaderisasi menambahkan bahwa 9 kabupaten dan kota di Kalbar memang mendapatkan surat tugas atau surat mandat. Beberapa diantaranya sudah diumumkan ke publik. Namun yang menarik adalah Kabupaten Ketapang cukup unik karena sebelum surat tugas dikeluarkan, duet Thomas-Uti sudah menggema ke mana-mana. Uti Royden Top (Otop) diperkirakan cikal bakal pendamping atau wakil bupati dari Thomas Alexander.
"Khusus untuk Kabupaten Ketapang, kami membayangkan di tahun 2024 bisa dipimpin PDI Perjuangan. Apalagi surat tugas sudah diturunkan DPP dalam mencari koalisi dan wakil sudah dilakukan termasuk anggaran atau cost pilkada di sana. Kami (PDI Perjuangan) siap mendorong menyukseskan pilkada termasuk membayar saksi-saksi di sana," ucapnya.
Uniknya Pilkada Ketapang, sosok Thomas Alexander yang sebelumnya belum menerima surat tugas, ejak awal sudah memiliki calon kuat pendamping dan partai koalisi," pungkasnya.(den)
Editor : A'an