PONTIANAK- Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Universitas Tanjungpura (Untan) Novi Safriadi menyampaikan beberapa hal sehubungan dengan beredarnya informasi pencurian data, dan diperjualbelikannya data yang diduga bersumber dari server untan.ac.id sejak 8 Juli 2024. Bahwa data yang dijadikan objek untuk diperjualbelikan menurutnya diduga data milik Untan.
Kemudian saat ini masih dilakukan investigasi terkait kebocoran data tersebut. "Hasil investigasi awal data yang diduga bocor tidak berasal dari data center milik Untan. Berkaitan dengan objek data yang diperjualbelikan, berdasarkan hasil investigasi tidak memuat data sensitif berupa username, dan password mahasiswa pada sistem layanan akademik di Untan," ungkapnya, Selasa (9/7) sore.
Untuk itu, Tim Siber Untan dikatakan Novi, terus melakukan investigasi, dan forensik digital untuk menemukan celah masuk pencurian data. "Tim Siber Untan melakukan mitigasi terhadap server-server yang menyimpan data, dan aplikasi yang melayani mahasiswa," pungkasnya.(bar)
Editor : Shando Safela