PONTIANAK - Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Pontianak menggelar Pelatihan Pembuatan Modul Ajar Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Guru-Guru SMPN 3 Sungai Kakap.
Kegiatan ini sebagai bentuk implementasi program Kurikulum Merdeka sekaligus Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam membuat modul ajar berbasis AI. Serta menghasilkan modul ajar yang lengkap sesuai tuntutan kurikulum merdeka.
Kegiatan yang berlangsung 10 Juli 2024 ini dihadiri sekretaris, dosen, dan mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi. Juga ada kepala sekolah dan seluruh guru SMPN 3 Sungai Kakap.
Mustika Sari, S.Pd., M.Sc Sekretaris Prodi dalam sambutannya menyampaikan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para guru agar menghasilkan perangkat pembelajaran berupa modul ajar yang lengkap serta dapat mengefisienkan waktu guru menyelesaikannya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Sungai Kakap Sukasman, M.Pd sangat mengapresiasi kegiatan ini.
“Kami sangat mengapresiasi kedatangan bapak/ibu dalam kegiatan pelatihan ini guna menunjang peningkatan keterampilan guru dalam menghasilkan modul ajar berkualitas,” ujarnya.
Pelatihan diawali pemaparan materi oleh Dosen Prodi Pendidikan Biologi, Tesa Manisa, M.Pd. Dilanjutkan praktik secara langsung penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat modul ajar.
Selain pelaksanaan praktik langsung, para guru juga ditugaskan untuk membuat produk berupa modul ajar menurut kebutuhan dan kreativitas masing-masing.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat bagi guru-guru yang diakumulasikan menjadi 32 JP. Sertifikat tersebut berguna untuk guru yang akan mengusulkan kenaikan pangkat menggunakan angka kredit. Sertifikat tersebut juga diperlukan untuk menjadi guru berprestasi dan wajib tercantum di portofolio.
Produk yang dihasilkan oleh guru berupa modul ajar yang lengkap dan utuh serta dikumpulkan di link google drive. Link ini dapat diakses oleh kepala sekolah, guru, dan program studi sebagai fasilitator dalam sesi pendampingan saat penugasan. Bukti guru-guru telah selesai melaksanakan pelatihan berupa sertifikat 32 JP yang dapat diunggah di akun PMM untuk menambah poin mengajar.
Beberapa guru sangat semangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini. Mereka juga memberikan feedback positif dengan mengatakan, kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat baginya.
“Kami dapat membuat modul ajar dalam waktu yang singkat namun lengkap. Sehingga waktu mengajar tidak terganggu untuk membuat hal yang bersifat administrative,” katanya.
Dia berharap dengan adanya pelatihan ini dapat semakin meningkatkan keterampilan guru dalam menghasilkan modul ajar yang berkualitas dan efisien untuk penggunaan waktu pembuatanya. (vie/ser)
Editor : A'an