Harap Dapat Atasi Berbagai Persoalan Nelayan
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalbar Tahun 2024 di Hotel Maestro Pontianak, Minggu (14/7).
Salah satu yang menjadi perhatian Harisson adalah bagaimana bersama-sama mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh nelayan di Kalbar.
“Dalam musyawarah ini, saya berharap dapat berjalan dengan lancar, serta menghasilkan rumusan langkah-langkah konkret untuk mengatasi tantangan yang dihadapi nelayan,” harapnya.
Harisson juga mengatakan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kalbar merupakan hal yang sangat penting.
Untuk itu, sebagai provinsi yang bertetangga langsung dengan negara Malaysia, ia berharap ekspor ikan dari Kalbar ke negara tetangga bisa langsung dilakukan di Kalbar.
“Ekspor ikan itu jangan dari Jakarta. Kalau untuk Kalbar, ekspor itu sebenarnya, jangan ikan dari kami (Kalbar) bawa dulu ke Jakarta lalu di ekspor keluar (negeri).
Padahal kami sudah mempunyai pelabuhan laut ekspor di Kijing, dan Kakanwil Bea dan Cukai sangat mendorong, akan membantu kalau kita mau mengekspor,” ungkapnya.
Dalam hal ini, Harisson meminta Dinas Kelautan Kalbar memperhatikan agar ekspor produk perikanan bisa langsung dari Kalbar.
Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan bersama menurutnya adalah keberlanjutan sumber daya laut, serta penguatan organisasi nelayan.
"Saya yakin dengan semangat gotong-royong yang kuat, kita dapat mencapai satu tujuan bersama.
Tapi kalau tidak keroyokan antara Kementerian Kelautan, antara DPD HNSI, Pemprov Kalbar dan nelayan itu sendiri untuk memecahkan masalah, kita tidak bisa.
Memang kita harus duduk bersama, dan ada niat untuk menyejahterakan nelayan,” pungkasnya.(bar/r)
Editor : A'an