PONTIANAK - Gemuruh toleransi Tionghua, Dayak dan Melayu (tidayu) tergambar di seragam batik ASN Kanwil Kemenag Kalbar yang baru saja diluncurkan, Selasa (30/7). Mengusung motif kearifan lokal, seragam kombinasi warna hijau dan kuning, merah dan putih itu tampak memesona. Ini menjadi salah satu batik ciri khas Kalbar.
Muhajirin Yanis, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar mengatakan, motif atau corak tidayu sebagai salah satu batik yang akan menjadi batik kerja dipakai ASN dilingkungan Kemenag Kalbar pada setiap. Rabu. Beragam corak yang ada dalam kain ini, seperti tameng, seyang dowong, ingsang, mayang murai, lampion dalam upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal.
"Berdasarkan surat edaran Menteri Agama tentang pakaian kerja, maka kami melakukan inovasi dengan membuat seragam batik dengan motif kearifan lokal, Tidayu (Tionghua, Dayak dan Melayu)," ungkap Muhajirin Yanis.
Seragam batik yang sudah miliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) mendapat apresiasi dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Muhammad Ali Ramdhani.
"Saya memberikan apresiasi atas inovasi seragam batik kerja ASN Kemenag Kalbar dengan desain menjaga kearifan lokal masyarakat Kalbar. Ini sebagai wujud dari penguatan moderasi beragama," kata Sekjen Kemenag yang akrab disapa Kang Dhani pada Selasa (30/7).
Dalam momen tersebut Kang Dhani mengajak ASN untuk bersatu dalam satu komando dan satu barisan. Ia juga mengajak ASN menjaga budaya kerja Kementerian Agama. Menjaga integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjawab dan keteladanan.
"Orang yang berintegritas itu berlaku jujur. Kejujuran itu bermuara pada kepercayaan. Orang yang berintegritas itu selalu disiplin dan terus menjadi pembelajar. Orang yang terpelajar adalah pemilik masa lalu. Sedangkan orang pembelajar adalah pemilik masa depan," jelasnya.
Ketua Dekranasda Kalbar Windy Prihastari Harisson memberikan apresiasi karena peluncuran batik seragam kerja ASN Kemenag Kalbar ini turut berdampak pada ekonomi kreatif.
"Saya apresiasi peluncuran batik seragam kerja ASN Kemenag Kalbar. Terima kasih kakanwil yang telah menghadirkan ekonomi kreatif dalam pembuatan batik. Para penjahit yang terdampak dari adanya batik ini. Bukan hanya Wastra Kalbar, juga berdampak ekonomi," ujarnya.
Lebih lanjut, Windy Prihastari juga berharap, Pemprov juga sebaiknya ada batik kerja seperti yang dilakukan Kanwil Kemenag Kalbar.
"Batik ini juga punya filosofi masyarakat. Kita promosi dalam bentuk bahan, dalam bentuk baju. Memperkaya Wastra Kalbar. Terima kasih seluruh ASN Kemenag yang menjaga budaya Kalbar melalui batik. Selamat menggunakan batik baru. Sukses untuk keluarga besar Kemenag Kalbar beserta jajaran," pungkasnya.(mrd)
Editor : A'an