PONTIANAK - Ketua PW APRI Kalimantan Barat, M. Ichsanudin mengatakan, Gerak Penghulu Sejuta Pengantin Siap Cegah Stunting menjadi tema dalam milad ke-5 Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI). Tema ini dipilih sebagai bentuk upaya untuk membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan stunting.
"Untuk menyukseskan gerakan pencegahan stunting dari hulu, maka KUA harus bersinergi dengan BKKBN dan Puskesmas tingkat kecamatan pada kegiatan Bimwin untuk memberikan edukasi stunting kepada para calon pengantin sebelum memasuki gerbang pernikahan mereka," lanjutnya.
Kerja sama ini akan dimulai dari penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara APRI dengan BKKBN Pusat yang akan dilaksanakan nanti pada hari Rabu, tanggal 11 September 2024 di Jakarta.
"Dari PW APRI Kalbar akan mengutus 2 orang pengurus Wilayah untuk hadir ke Jakarta pada saat penandatangan tersebut," ungkap Ichsan.
Selaku Ketua APRI Kalimantan Barat, Ichsan juga mengharapkan dukungan dari para Pembina APRI Wilayah Kalbar yaitu Kabid Urais dan Ketua Tim Bina Kepenghuluan Kanwil Kemenag Kalbar untuk dapat memfasilitasi terkait rencana pelaksanaan Uji Kompetensi (Ukom) bagi para penghulu yang akan naik jenjang serta rencana kegiatan Bimtek kepenghuluan bagi para penghulu P3K yang ada di wilayah propinsi Kalimantan Barat.
Ekhsan, Pembina APRI wilayah Kalbar sekaligus Kabid Urais Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menyambut baik kehadiran para pengurus wilayah APRI Kalbar tersebut.
Ia berharap APRI terus mampu membawa perubahan serta menunjukkan performa yang lebih baik selaku ASN Kementerian Agama. Dirinya juga merespon positif tentang harapan dan rencana APRI Kalbar untuk melaksanakan Ukom dan Bimtek bagi penghulu.
“Selaku Pembina APRI, kami menyambut baik keinginan dan harapan APRI Kalbar terkait rencana Uji Kompetensi (Ukom) dan Bimtek bagi penghulu di Kalimantan Barat. Namun yang pasti, saya berharap agar kiranya pelaksnanaan Uji Kompetensi bagi penghulu tersebut harus tetap sesuai dengan regulasi yang ada dan harus segera disepakati dan dirapatkan terkait waktu, tempat dan biayanya,” ujar Ekhsan.
“Adapun terkait Bimtek bagi calon penghulu hususnya para penghulu yang berasal dari PPPK di wilayah Kalimantan Barat tersebut juga harus mengacu pada regulasi yang ada serta dilaksnakan secara professional," tambah Ekhsan.
Ketua Tim Bina Kepenghuluan dan Fasilitasi Keluarga Sakinah Kanwil Kemenag Kalbar Supardi mengucapkan terimakasih kepada Kabid Urais yang telah menyempatkan diri di tengah- tengah kesibukannya untuk menerima kedatangan para Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kalimantan Barat.
Diharapkan kehadiran para Pengurus Wilayah APRI Kalimantan Barat yang melaksanakan koordinasi dengan Kabid Urais tersebut dapat menghasilkan kesepakatan terbaik untuk kemajuan program kepenghuluan di wilayah Kalimantan Barat. (mrd)
Editor : Miftahul Khair