Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Optimis Volume Sampah Menurun

A'an • Rabu, 11 September 2024 | 14:15 WIB
TINJAU : Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meninjau Gelar Pangan Murah di Kantor Kecamatan Singkawang Timur, Selasa (8/11). ist
TINJAU : Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meninjau Gelar Pangan Murah di Kantor Kecamatan Singkawang Timur, Selasa (8/11). ist

PONTIANAK – Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak optimasi pencapaian persentase pengurangan sampah tahun ini memenuhi target. Sebagaimana diketahui persentase pengurangan sampah di Kota Pontianak sudah mencapai angka 25,06 persen di tahun 2024. Sedangkan targetnya ada 28 persen.

“Artinya sudah mendekati target, 25,06 persen itu per Agustus,” kata Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono saat dihubungi Pontianak Post, baru-baru ini.

Usmulyono juga optimis untuk penanganan sampah di Kota Pontianak mencapai target. Target penanganan sampah mencapai angka 72 persen. Saat ini sudah mencapai 74,77 persen.

“Jadi untuk pengelolaan sampah itu, pengurangannya harus naik tetapi penanganannya mesti turun, sehingga beban TPA menjadi semakin berkurang,” kata Usmulyono.

Usmulyono mengakui jika volume sampah meningkat. Tahun 2023 volume sampah harian sebanyak 406,76 ton per hari. Lalu di tahun 2024, meningkat menjadi 411, 96 ton. Peningkatan karena pertambahan jumlah penduduk dan adanya kegiatan usaha.

Usmulyono mengatakan pengelolaan sampah terbagi menjadi dua. Pertama penanganan sampah dan pengurangan sampah. Tahun 2023 penanganan sampah di Kota Pontianak sudah mencapai 75,11 persen, sementara targetnya adalah 73 persen. Tambahan informasi penanganan sampah yakni pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, pemrosesan akhir.

Lanjut Usmulyono, sedangkan pengurangan sampah mencapai angka 24 persen, namun masih rendah dari yang ditargetkan yakni 27 persen.

“Jadi pengurangan sampah itu harus meningkat, agar yang masuk ke TPA semakin sedikit itu tahun 2023, sedangkan penanganannya harus turun,” kata Usmulyono.

Usmulyono menyebutkan persentase target penanganan dan pengurangan sampah itu sudah tertuang dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Pengelolaan itu sudah tertuang dalam kebijakan strategi daerah yang ditetapkan sehingga menjadi acuan bagi kementerian untuk kemajuan pengelolaan sampah di masing-masing daerah.

“Jadi data itu tercantum SIPSN. Artinya Kota Pontianak on the track untuk masalah pengelolaan sampah, tidak jauh dari target nasional,” kata Usmulyono.

Usmulyono menambahkan Pemkot Pontianak sudah membuat kebijakan terkait pengelolaan sampah yakni tidak lagi dalam konsep kumpul, angkut dan timbun melainkan kumpul, angkut dan dan olah.

Lanjut Usmulyono, konsep ini dilakukan untuk mengurangi beban luasan dari TPA. Sebagaimana diketahui TPA Batu Layang memiliki luasan 30,6 hektar, namun saat ini yang tersisa hanya 12 hektare.

“Artinya kita wanti-wanti, kalau keadaan seperti ini terus, mungkin rencana pengelolaan sampah tak tercapai, sehingga berusaha pengurangan sampah diperbesar,” imbuh Usmulyono.

Selain itu kata Usmulyono, Kota Pontianak terpilih menjadi pilot project LSDP (local service delivery improvement project) dari Bank Dunia. Project ini digagas Bank Dunia untuk membantu pengelolaan sampah perkotaan.

“Pontianak masuk enam besar, dan dari enam besar itu Kota Pontianak prioritas di nomor dua,” kata Usmulyono.

Usmulyono menambahkan dengan dukungan dari Bank Dunia, maka akan dibangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST), di kawasan TPA Batu Layang. Kota Pontianak terpilih karena sudah memiliki prototipe TPST dengan kapasitas 3 ton per hari.

“Bank Dunia sudah datang melihat dan ingin mengembangkan skala besar,” kata Usmulyono.

Usmulyono optimis dengan adanya TPST itu maka volume sampah bisa berkurang hingga 300 ton per hari. Sebab sampah-sampah yang masuk nantinya akan diolah. Sebagai contoh khusus sampah organik akan jadikan kompos. Sedangkan sampah anorganik akan diolah menjadi bahan bakar.

“Jadi tidak ada sampah yang terbuang begitu saja, sehingga targetnya 300 ton per hari bisa terkelola. Sedangkan 100 ton sampah dikelola untuk pengurangan. Sebab harus ada dorongan dari masyarakat juga untuk pengurangan sampah di Kota Pontianak,” pungkas Usmulyono. (mse)

Editor : A'an
#pontianak #TPA #DLH