Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Alasan Golkar Usung Midji-Didi di Pilgub 2024, Heri; Punya Rekam Jejak Prestasi Sektor Publik Yang Luar Biasa

A'an • Senin, 16 September 2024 | 18:10 WIB
Heri Mustamin, Wakil Ketua Tim Pemenangan Pilkada Partai Golkar Kalbar.
Heri Mustamin, Wakil Ketua Tim Pemenangan Pilkada Partai Golkar Kalbar.

PONTIANAK - Partai Golkar Kalbar memiliki alasan tersendiri mengusung pasangan Sutarmidji-Didi Haryono pada pertarungan Pemilihan Gubernur Kalbar tahun 2024. Selain menjadi simbol pemimpin tegas, tepat dan melekat dengan pembangunan di sektor-sektor masyarakat (publik), keduanya juga berpotensi kuat keluar sebagai pemenang di kotak suara pada 17 November mendatang. Pasangan Midji-Didi bagi Beringin Kalbar adalah pemimpin yang dapat merepresentasikan keinginan rakyat.

Sutarmidji sendiri juga punya rekam jejak gemilang, baik, dan teruji lewat sejumlah capaian pembangunan membanggakan selama menjadi Walikota dua periode atau Gubernur Kalbar periode 2018-2023.

MidBaca Juga: Midji Hadir di Pernikahan Putra Sulung Norsan, Sampingkan Urusan Politik, Tetap Jaga Silaturahmi

Sementara Didi Haryono, dikenal sebagai mantan Kapolda Kalbar yang punya rekam jejak luar biasa dalam urusan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalbar. Karirnya sebagai putra daerah Kalbar juga gemilang selama berkarier di institusi Bhayangkara.

"Lewat rekam jejak keduanya, Beringin Kalbar optimis sekali bahwa pasangan Sutarmidji-Didi Haryono atau pasangan (Sudi) berpotensi besar memenangkan pertandingan di Pilgub Kalbar 2024 ini. Selain itu catatan sejumlah lembaga survei nasional juga memperlihatkan keduanya bakalan menjadi pemimpin untuk masyarakat Kalbar," ucap Wakil Ketua Tim Pemenangan Pilkada Partai Golkar Kalbar, Heri Mustamin, kemarin di Pontianak.

Menurut Heri, Beringin sebagai salah satu pengusung pasangan Midji-Didi menilai bahwa keduanya adalah calon terbaik diantara yang terbaik. Bersama 14 pasangan calon kepala daerah lainnya di Pilkada serentak, Golkar Kalbar optimis target kemenangan Pilkada di atas 60 persen mampu dilampaui.

"Untuk di Kalbar, kami (Golkar) optimis bisa mencapainya. Ada 15 pasangan calon kepala daerah yang kita usung. Semuanya sudah melalui proses panjang dan ditetapkan lewat B1.KWK," ucapnya.

Untuk calon Gubernur Sutarmidji, Heri menilai bahwa warga Kalbar sangat mengenal rekam jejaknya dalam memimpin Kalbar di periode 2018-2023. Rasanya atau menjadi semacam keharusan, jika kepemimpinan Midji-sapaan karibnya kembali diberikan kesempatan di periode keduanya, 2025-2030. Sebab, berbagai instrumen pembangunan untuk sektor publik mampu diramunya menjadi lebih bergairah.

"Sebagai contoh, PAD Kalbar sewaktu menjabat Gubernur Kalbar periode pertama, kenaikannya sangat signifikan. Pun demikian ketika menjabat Walikota Pontianak dua periode, sepeninggalan Sutarmidji genjotan PAD nya naik sangat tinggi. Sebagai saksi hidup, saya menyaksikan sejarahnya, karena memang pernah bekerjasama baik di Parlemen Kota Pontianak maupun Parlemen Kalbar," ucapnya.

Anggota DPRD Kalbar ini menceritakan bagaimana saat menjadi pemimpin Kota Pontianak, Sutarmidji berhasil menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang waktu itu angkanya hanya berkisar Rp 35-40 miliaran saja. Kemudian naik tajam berkali-kali lipat hingga menjadi Rp650 miliar.

"Ini bukan pemimpin kaleng-kaleng. Istilahnya PAD tersebut naik tajam, karena visi-misi sebagai pemimpin mampu melihat peluang dan kesempatan dalam mengenjot PAD Kota Pontianak. Kami (DPRD Kota Pontianak) waktu itu, juga menilai keberhasilan daerah diukur juga bagaimana potensi PAD dimaksimalkan. Pak Midji (Sutarmidji) mampu lakukan itu," ucapnya.

Lewat tangan dingin meramu peningkatan PAD di Kota Pontianak era kepemimpinan Sutarmidji, jelas memperlihatkan progres kemajuan luar biasa. Semuanya tak dapat membantah. Kemajuan tersebut terjadi dan benar-benar diperlihatkan Sutarmidji.

"Harus kita akui juga bahwa kemajuan pembangunan Kota Pontianak di era Sutarmidji sangat luar biasa. Lihat bagaimana pertumbuhan ekonominya, peningkatan fiskal ikut terjadi. Pelayanan umum dinomor satukan. Mulai dari air bersih, jalan-jalan Kota Pontianak yang diperbesar dan diperlebar, memutus mata rantai kemacetan. Bahkan julukannya sampai dikenal masyarakat Pontianak sebagai "Bapak Jalan". Belum lagi bicara sumber daya Kota Pontianak, tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien dan ketat. Segala macam hal, terus diperlihatkan Sutarmidji," ucap dia.

Rekam jejak menjabat walikota Pontianak 2 periode, juga diperlihatkan Ketika dipercaya masyarakat periode pertama 2018-2023 memimpin Kalbar menjabat Gubernur Kalbar. Midji memperlihatkannya kembali sebagai pemimpin inovatif. Inovasi yang dilakukan di era Sutarmidji ketika memimpin Kalbar yakni berhasil Kembali menggenjot peningkatan PAD hingga hampir mencapai 100 persen.

"Saya ingatg betul, sebelumnya PAD Kalbar dengan daerah yang begitu besar, luas dan potensi besar sekali, ternyata PAD Kalbar hanya Rp1 triliun lebih. Namun, sampai Sutarmidji mengakhiri masa jabatan di periode pertama justru naik tajam menjadi Rp3,2 triliun," jelasnya.

Berkaca kepemimpinan Sutarmidji di periode pertama, masyarakat dunia, Indonesia dan Kalbar jelas-jelas tengah dihadapkan dengan Covid-19. Kondisi masyarakat Kalbar juga harus berhadapan dengan pandemi kesehatan ini. Jelas sekali membuat ekonomi masyarakat ikut terganggu. Kasarnya akan kacau balau waktu itu.

"Namun di era kepemimpinan dan tangan dingin Sutarmidji, jelas-jelas Pemprov Kalbar berhasil mengenjot PAD lebih dari 100 persen. PAD naik tajam hingga menjadi Rp3,2 triliun. Jelas sebuah angka yang tidak kecil di tengah semuanya tiarap selama dua tahun lebih diserang pandemi COVID-19," katanya.

Dari sudut inilah, Heri menilai sebuah keberhasilan membangun daerah bukanlah sesuatu yang mudah. Sebab apapun ukurannya, membangun membutuhkan keuangan memadai dan terobosan potensi pendapatan baru. "Program apapun tetap baik, tetapi memang dibutuhkan pemimpin yang benar-benar mampu mewujudkannya. Orientasinya tetap berkaca pada tata kelola pemerintah yang baik," ujarnya.

Soal tata Kelola pemerintahan, Heri memandang bahwa Sutarmidji boleh dianggap sebagai tokoh eksekutif di pemerintahan. Contohnya bagaimana perjalanan dinas dikelola sangat ketat, efisien dan lebih penting tidak menghamburkan dana publik.

"Dipangkas Ketika perjalanan dinas tersebut tak terlalu penting dan tak perlu dilakukan. Sehingga penghematan keuangan daerah terjadi. Ada sikulasi fiksal yang diatur sedemikian rupa yang berdampak APBD Kalbar terjaga dengan baik," jelasnya.

Heri yang juga Ketua Bappilu Golkar Kalbar berpendapat bahwa pasangan Gubernur Sutarmidji juga terbilang berhasil melakukan percepatan sektor pembangunan publik, khususnya menyangkut infrastruktur. Program jalan mantap yang saat menjabat hanya 49,9 persen terwujud berhasil digenjot dan ditingkatkan hingga menjadi 80 persen.

Di era kepemimpinan Sutarmidji dalam memimpin Kalbar, pemerintahan terbawah juga dibina secara menyeluruh. Sutarmidji berhasil mewujudkan dan membangun desa-desa mandiri pada 14 kabupaten dan kota. Smula hanya satu desa di Desa Sutra Kayong Utara, menjadi sampel desa mandiri sekarang sudah tercatat lebih dari 1.029 desa. Tidak ada lagi desa-desa sangat tertinggal yang digambarkan pemerintah pusat.

Program Sutarmidji (Gubernur Kalbar 2018-2023), berhasil membangun Desa Mandiri dan Desa Maju. Desa-Desa tertinggal kini tak terlalu banyak lagi. Tentunya masyarakat desa ikut merasakan dampak dari Desa Mandiri dan Desa Maju. "Bukan satu kebohonhan. Ada faktanya. Masyarakat tanah air bisa melihat lewat teknologi informasi perkembangan desa-desa mandiri tersebut. Siapapun bisa melihat," ucapnya.

Selain itu, sosok Sutarmidji juga sudah memperlihatkan bagaimana pemerintah provinsi hadir di garda terdepan, dalam memberikan pendidikan gratis khususnya untuk pelajar SMA/SMK/Sederajat. Semua program Pendidikan gratis berjalan selama kepemimpinan Sutarmidji. Program ini yang awalnya diragukan banyak pihak, kini telah dirasakan langsung para pelajar sejak tahun 2019, awal APBD pendidikan diseriuskan.

"Pak Midji, melakukannya dengan diam-diam. Para pelajar merasakan bagaimana Pendidikan SMA/SMK/Sederajat benar-benar dibuat tak membebani masyarakat (orang tua murid). Siapapun bisa merasa sekolah gratis. Sekolah gratis bakalan berlanjut, jika pak Midji Kembali memimpin Kalbar 2025-2030," ujarnya.

Lewat berbagai catatan dan prestasi membanggakan tersebut, Heri sangat optimis, jika Kembali memperoleh kepercayaan dan amanah masyarakat Kalbar untuk 2025-2030, maka Sutarmidji akan Kembali memimpin Kalbar. Tentunya menahkodai Kalbar bersama Didi Haryono, mantan Kapolda Kalbar yang juga memiliki pemahaman serupa tentang persoalan Kalimantan Barat.

Didi Haryono sendiri yang bakalan mendampingi Sutarmidji berkonstelasi di Pilgub Kalbar 2024, juga putra daerah terbaik Kalbar. Dia adalah putra kelahiran Sambas, dan besar di Kota Singkawang. Selama kariernya di kepolisian, Didi Haryono memulainya dari bawah hinga jabatan terakhirnya adalah Irjen Pol (Purn). Dalam bidang kamtib, jangan ditanya bagaimana Didi mengawalnya menjadi sosok polisi yang dekat dengan masyarakat.

"Pak Didi (Didi Haryono) sekarang ini adalah kader Golkar Kalbar. Beliau sosok purnawirawan kepolisian yang berprestasi, pernah menjadi Kapolda Kalbar. Sangat paham dengan kamtibnas di Kalbar," kata dia.

Didi Haryono sendiri menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Golkar. Sebelum memilih terjun ke politik, ia juga merupakan Komisaris Utama Bank Kalbar. "Beliau juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komisaris Bank Pembangunan Daerah di Indonesia. Secara kepentingan ekonomi tak ada masalah dan secara kemampuan intelektual pak Didi mumpuni," ungkapnya.

Berkat kemampuan dan rekam jejak tersebutlah, yang menjadikan Beringin Kalbar bahwa Pilgub Kalbar 2025-2030 bakalan dimenangkan pasangan Sutarmidji-Didi Haryono.

"Golkar optimis sekalibahwa pasangan Sutarmidji-Didi Haryono yang kita usung bersama partai lainnyah mampu memenangkan Pilgub Kalbar. Insha Allah, semua akan terjadi atas kehendaknya. Pastinya semua (partai pengusung) dan tim bakalan bekerja keras memenangkan Pilgub Kalbar ini," pungkas dia.(den)

Editor : A'an
#golkar #kalbar #pilkada #Midji Didi #pilgub