Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Komitmen Peduli Kesehatan, ANTAM dan UMP Gelar Lokakarya Program Pendampingan GEN SEHAT

A'an • Kamis, 26 September 2024 | 11:01 WIB
LOKAKARYA: PT ANTAM dan Fikes UMP saat menggelar Lokakarya Program Gen Sehat sekaligus menyosialisasikan rencana program Gen Sehat kepada stakeholders di aula kantor Desa Pedalaman, Selasa (24/9)
LOKAKARYA: PT ANTAM dan Fikes UMP saat menggelar Lokakarya Program Gen Sehat sekaligus menyosialisasikan rencana program Gen Sehat kepada stakeholders di aula kantor Desa Pedalaman, Selasa (24/9)

PONTIANAK - PT ANTAM Tbk-UBPB Kalbar berkomitmen dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang kembali ditunjukkan melalui kerjasama program Generasi Sehat dimulai dari Masyarakat (GEN SEHAT) dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Pontianak.

ANTAM dan Fikes UMP menyelenggarakan Lokakarya Program Gen Sehat sekaligus menyosialisasikan rencana program Gen Sehat kepada stakeholders di aula kantor Desa Pedalaman, Selasa (24/9). Dalam kesempatan ini, ANTAM dan UMP mengundang stakeholder strategis yang dilibatkan dalam aksi kolaboratif untuk menurunkan prevalensi stunting di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Puskesmas Pulau Tayan dan Kawat, Camat Tayan Hilir, Kades Desa Pedalaman dan PJ Kades Tanjung Bunut, PKK Desa Pedalaman dan PKK Desa Tanjung Bunut, Kader Kesehatan Balita, SMAN 1 Tayan Hilir dan SMA Yakota, KUA Tayan Hilir, Dewan Adat Dayak, serta Majelis Adat Budaya Melayu (MABM).

Program Gen Sehat merupakan pilot project program Bidang Kesehatan yang ditargetkan untuk menurunkan prevalensi stunting. Program ini akan dilaksanakan selama 1 tahun ke depan di 2 lokus, yaitu Desa Tanjung Bunut dan Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir. Dua lokasi ini dipilih secara purposive (sengaja) atas studi awal kondisi stunting dan keberadaan kedua lokasi di wilayah ring 1 ANTAM.

Fakta baru yang bergulir di masyarakat adalah perihal penolakan dari masyarakat ketika dinyatakan anaknya stunting. Ginting, Kepala Dinkes Kesehatan mengatakan penolakan ini ramai terjadi di semua Posyandu dan secara terang-terangan ditunjukkan dengan menurunnya kecenderungan hadir di Posyandu.

“Dengan kondisi yang terjadi saat ini, Desa melalui Kader Pemberdayaan Masyarakatnya perlu mendorong dan menggerakkan masyarakat supaya datang ke Posyandu. Tugas tersebut dimaksudkan untuk bisa mendukung tugas Kader Kesehatan, sehingga upaya peningkatan kesehatan dibarengi dengan upaya pemberdayaan masyarakat yang inovatif,"katanya.

Munadji, Head of West Region CSR & ER PT ANTAM Tbk menyampaikan bahwa program pencegahan dan penanganan stunting merupakan bukti komitmen perusahaan untuk mendukung agenda nasional dengan melibatkan berbagai pihak terkait mulai dari perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi serta upaya perbaikan terus-menerus.

"Perusahaan melalui pelaksanaan tanggung jawab TJSL maupun PPM sudah seyogyanya memprioritaskan bidang Kesehatan, yang salah satunya bertujuan menurunkan prevalensi stunting sekaligus dalam pencapaian SDGs melalui Kerjasama multistakeholder,” pungkasnya.(mrd/ser)

Editor : A'an
#pt antam #UMP #lokakarya