MEKKAH - Jemaah umrah PT Muzdalifah Kalimantan Barat Periode 24 September 2024 yang bertepatan dengan maulid nabi tuntas menunaikan rangkaian umrah wajib dan berlangsung lancar pada Selasa (1/10) dini hari.
Jemaah kemudian melanjutkan umrah sunnah pada Rabu (2/10). Selain itu masih ada rangkaian ibadah lainnya hingga 6 Oktober 2024 pulang ke tanah air.
"Alhamdulillah. Umrah wajib berjalan lancar. Sempat pegang dan cium dinding Ka'bah ditengah ramainya jemaah dari belahan dunia. Tentu ini jadi pengalaman berharga bersama nenek saya," ujar Sunarti, salah satu jemaah.
Sunarti berharap, jemaah semua diberikan kesehatan sehingga mampu lebih maksimal beribadah jelang kepulangan ke tanah air. "Semoga yang sakit lekas sembuh sehingga bisa memanfaatkan sisa waktu untuk beribadah," harapnya.
Tangis haru jemaah saat tiba di Makkah. Mereka dapat beribadah langsung depan Ka'bah. Umrah wajib dimulai pukul 21.00 WAS. Lantunan doa, selawat dipanjatkan saat tawaf.
Bismillah Allahu Akbar, tangan pun melambai ke arah Hajar Aswad. Jemaah bersyukur pemilihan waktu tawaf saat malam hari karena lebih sejuk. Isak tangis jemaah bergemuruh usai tawaf.
Mereka menggemakan doa ke langit di tempat yang mustajab di momentum maulid Nabi Muhammad. Harapan demi harapan tertumpah. Berharap Allah ijabah.
Usai tawaf, semangat jemaah tak kendor, meski dipadatnya jemaah lain dari berbagai belahan dunia yang turut berjalan dan berlari tujuh putaran dari bukit Safa ke Marwah. Usai Sa'i jemaah diajak keluar Masjid untuk bertahalul.
Rabu (2/10) sebagian jemaah kembali bersemangat untuk umrah sunnah. Sebelum mengambil miqat di Ji'ranah, semua jemaah dari Travel yang di pimpin H. Ahmad Kholil SH., MH itu diajak keliling ke objek-objek bersejarah yang tentunya bisa mengobati rasa rindu terhadap Rasulullah.
Salah satunya ke Jabal Tsur. Di tempat ini jemaah diajak foto bersama, kemudian dijelaskan tentang sejarahnya. Jabal atau Gua Tsur merupakan tempat yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar untuk bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy.
Jemaah kembali masuk dalam bus. Di dalam perjalanan, pemandu ibadah umrah yang berasal dari Indonesia itu mengenalkan sejumlah bangunan di kiri dan kanan jemaah dan menjelaskan secara apik. Jemaah pun mengabadikannya dengan memvideo dan memotonya.
Kemudian jemaah diajak naik ke Jabal Rahmah. Jabal atau gunung yang dianggap romantis tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa. Tempat ini bahkan menjadi momentum yang ditunggu jemaah untuk berdoa kepada Allah agar menemukan pasangan dan yang sudah menemukan pasangan berharap terjalin hubungan yang kekal.
Selanjutnya jemaah yang dipimpin Ustaz H. Athoillah atau dikenal ustaz Shahrukh khan diajak melewati kawasan Arafah. Mina, dan Muzdalifah. Wilayah yang sering disebut Armuzna ini menjadi lokasi puncak ibadah haji.
Di tempat ini, jemaah dapat menyaksikan tenda-tenda jemaah haji hingga terowongan mina. Doa jemaah pun terucap berharap kelak menjadi satu diantara jemaah haji yang bisa melakukan wukuf, mabit dan melempar jumrah.
Jemaah kemudian diajak singgah ke kawasan Muzdalifah untuk mengambil wudhu untuk mencegah antrean di Masjid Ji'ronah karena ramainya jemaah umrah. Benar saja, tiba di Masjid sudah dipadati jemaah lain.
Bersyukur semua jemaah yang akan umrah sunnah sudah berwudhu. Mereka masuk Masjid untuk shalat tahyatul masjid dan sunah ihram kemudian mengambil miqat yang dibimbing ustaz. Masjid Ji'ranah kini memang menjadi lokasi miqat Muslim dunia terutama yang berada di Makkah.
Umrah Sunnah jemaah PT Muzdalifah yang berkantor pusat di Pontianak ini, berlangsung sekitar pukul 14.00 WAS usai jemaah makan siang dan istirahat. Memasuki Masjidil Haram saat siang hari memang memiliki sensasi tersendiri.
Beruntung cuaca kali ini lebih bersahabat, panas tak terlalu menyengat. Jemaah membangun benteng barisan untuk mengelilingi Ka'bah tujuh kali kemudian dilanjutkan sa'i.
Proses berjalan dengan lancar. Saat sa'i tersisa satu putaran lagi, harus tertunda karena memasuki shalat Ashar. Jemaah yang wudhunya batal, mengambil wudhu di sekitar tempat yang menyajikan air zam-zam untuk shalat berjemaah. Kemudian jemaah lanjut menyelesaikan sa'i. Sunnah umrah selesai usai jemaah bertahalul. Jemaah bersyukur, umrah sunnah dapat dilewati. (mrd)
Editor : A'an