MEKKAH - Tangis haru jemaah umrah PT Muzdalifah Kalbar periode 24 September 2024 saat akan berpisah dengan Baitullah, Jumat (4/10). Tawaf wada' menjadi saksi tetesan air mata para jemaah karena tak sanggup berpisah dengan tanah suci.
Perjalanan umrah spesial Maulid selama 13 hari itu menjadi momen tak terlupakan dan begitu berkesan di hati jemaah. Doa yang dimunajadkan berharap dikabulkan. Kelak kaki kembali melangkah, mulut kembali berzikir di rumah Allah yang dirindukan umat Islam di dunia ini. Labbaikallahumma labbaik.
Perjalanan umrah bersama PT Muzdalifah membawa beragam cerita bagi jemaah umrah. Satu diantaranya Hermanto. Umrah bersama istri menjadi kisah yang membahagian baginya. Terutama ketika bisa shalat dan berdoa di Raudhah, ziarah ke Makam Rasulullah saat di Madinah. Mencium Ka'bah di tengah lautan manusia, jadi pengalaman berarti baginya.
"Saya mencium Ka'bah tadi siang panas-panas di siang hari. Tak tebayang sebelumnya. Berjuang bersama umat Islam lainnya. Alhamdulillah diberi kemudahan," jelasnya.
Hermanto bersyukur, dapat bertemu dua Jum'at di perjalanan umrahnya ini. "Alhamdulillah senangnya berkali lipat. bisa Shalat Jumat di Madinah, dan Shalat Jumat di Makkah," katanya.
Mudah-mudahan semua doa dikabulkan. Dan ini bukan menjadi umrah terakhir baginya dan istri. Hermanto juga puas terhadap pelayanan PT Muzdalifah. Selain aman, terjamin lima pasti umrah juga berkualitas dalam memberikan rasa aman, nyaman bagi jemaah. Tak terkecuali adanya tour leader yang kompeten dan sudah bersertifikasi. Membuat jemaah terbantu dan dimudahkan dalam ibadah.
"Tour leadernya, guidenya khususnya Ustaz Atoilah atau dipanggil Ustaz Shahrukh Khan sangat kompeten. The best pelayanannya. Makannya terjamin tiga kali sehari. Bahkan mulai dari tanah air sampai jemaah yang sakit bahkan tertinggal saat ibadah dijemput," paparnya.
"Mudah-mudahan harinya ditambah harga diturunkan. Mudah-mudahan ditambah lagi lokasi ziarahnya. Bahkan kemarin ada penambahan lokasi ziarah ke Thaif, padahal tidak ada di jadwal. Alhamdulillah. Semakin banyak tempat dikunjungi semakin nilai plus untuk PT Muzdalifah," tambahnya.
Rasa sedih dan haru akan meninggalkan tanah suci juga dirasakan Huzaiman Zaini. Perjalanan umrah bersama PT Muzdalifah, lanjut dia sangat menyenangkan. Ia bisa bertemu dan bersilaturahim dengan jemaah lainnya. Ditambah pembimbing yang profesional. Saya merasa terbimbing dengan baik. Dari segi ibadahnya, ziarahnya bahkan respon cepat dari tour leader dan guidenya saya apresiasi," katanya.
Huzaimah berharap bisa kembali datang ke Tanah Suci bersama keluarga. Menikmati indahnya beribadah di tanah suci.
Syarif Fauzi pun turut merasakannya. Baginya ini perjalanan yang nyaman. Bahkan pelayanan dari mendaftar sampai terbang ke Makkah dan Madinah sangat dilayani dengan nyaman. "Mungkin kedepannya minimal tetap dipertahankan seperti ini,"lanjutnya.
Fauzi juga apresiasi dengan pembimbing ibadah umrah. Menurutnya bimbingan yang diberikan sangat baik. Ia juga apresiasi pemandu ziarah yang begitu detail menceritakan kisah di setiap objek ziarah yang dikunjungi. "Cukup baik melayaninya, kita para jemaah dijelaskan secara mendetail tentang tujuan dan cerita sejarah Islam pada masa sebelumnya," paparnya.
Ia juga tak mampu menahan kesedihan harus meninggalkan negeri kelahiran Nabi Muhammad. Tentu akan rindu untuk kembali menikmati indahnya beribadah di taman syurganya Allah. "Sedih ya, terlalu cepat rasanya. Inginya kalau boleh ditambah lagi waktunya. Taou kita semua juga punya tanggung jawab dan urusan di tanah air," pungkasnya. (mrd)
Editor : Miftahul Khair