Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cegah Penyebaran Sakit Gondongan, Dinkes Kota Pontianak: Wajib Isolasi Tujuh Hari Bagi Anak yang Sudah Terpapar

A'an • Selasa, 8 Oktober 2024 | 15:51 WIB
ilustrasi gondongan.
ilustrasi gondongan.

 

 

PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam penanganan penyakit gondongan.

Bagi pelajar yang terpapar penyakit tersebut, sekolah diminta melakukan isolasi di rumah dan pihak sekolah mesti meliburkan anak tersebut selama tujuh hari. Tujuannya agar tidak menularkan gondongan kepada temannya.

“Kami sudah mengedarkan surat ke dinas. Isinya untuk mengeliminasi penyebaran penyakit gondongan terutama pada anak. Bagi anak yang terkena gondongan agar melakukan isolasi di rumah dan sekolah wajib meliburkan anak tersebut selama tujuh hari agar tidak menularkan temannya,” kata Saptiko, Senin (7/10).

Dia minta pada pihak sekolah untuk segera melaporkan ke puskesmas jika terdapat temuan peningkatan gundongan. Tujuannya agar tindakannya bisa lebih cepat.

Saat ini, petugas Dinas Kesehatan, Puskesmas dan UKS sudah mulai melakukan sosialisasi dan edukasi tentang gondongan di sekolah-sekolah. Surveilans melalui jejaring UKS juga akan dilakukan di setiap sekolah.

Ketika terdapat kejadian gondongan di sekolah, dimintanya untuk interaksi siswa, pendidik dan tenaga kependidikan beristirahat sekurang-kurangnya tujuh hari sakit. Bagi yang sakit di lingkungan pendidikan, juga diminta menggunakan masker.

Dia menjelaskan, penyebab penyakit gondongan, disebabkan oleh infeksi virus golongan paramyxovirus. Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan menetap, berkembang biak dan menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada kelenjar parotis.

Untuk penyembuhannya bisa dengan perbanyak istirahat, mengkonsumsi obat pereda nyeri untuk meredakan rasa sakit. Kemudian perbanyak minum air putih. Pada area yang bengkak juga bisa dikompres hangat atau kompres dingin untuk meredakan nyerinya.

Salah satu guru SD di Kecamatan Pontianak Selatan mengatakan, bahwa surat edaran tersebut sudah sampai ke sekolah. “Melalui kepala sekolah juga sudah diinfokan pengumuman tersebut. untuk kasus gundongan di sekolah hingga saat ini belum ada. Tetapi adanya edaran ini makin meningkatkan kewaspadaan kami dalam penanganan kasus gundongan,” tutupnya.

Penyebaran virus penyebab gondongan sangatlah mudah sehingga jika kamu tinggal dalam satu rumah pengidap gondongan, maka kamu berisiko mengalami hal yang serupa.

Tidak hanya itu, menggunakan berbagai barang pribadi, seperti alat makan hingga sikat gigi dengan pengidap gondongan juga menjadi faktor risiko gondongan.

Pengidap gondongan dapat menyebarkan virus beberapa saat meskipun belum terjadi pembengkakan hingga lima hari setelah pembengkakan.

Jika kamu didiagnosis mengidap gondongan, sebaiknya pastikan kamu melakukan isolasi mandiri di rumah untuk menurunkan risiko penularan dan penyebaran virus penyebab gondongan.

Gejala utama dari gondongan adalah pembengkakan pada area pipi dan rahang. Hal ini disebabkan terjadi karena adanya pembengkakan pada kelenjar air ludah atau kelenjar parotis yang berada di bawah telinga.

Selain pembengkakan yang terjadi, gondongan juga disertai dengan gejala lain, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, hingga kehilangan nafsu makan.

Umumnya, gejala akan dirasakan sekitar 16 sampai 18 hari setelah terpapar oleh virus penyebab gondongan. Namun, nyatanya tidak semua pengidap gondongan mengalami gejala yang serupa. Beberapa pengidap gondongan mengalami gejala yang sangat ringan dan sebagian lagi mengalami gejala yang cukup parah. Bahkan, gejala yang cukup parah bisa menyebabkan gangguan pendengaran.(iza)

Editor : A'an
#dinkes #gondongan