Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tekan Deflasi, Ani Sofian Ajak Masyarakat untuk Belanja

A'an • Selasa, 8 Oktober 2024 | 16:12 WIB
Ani Sofian, Pj Wali Kota Pontianak.
Ani Sofian, Pj Wali Kota Pontianak.

PONTIANAK - Pejabat Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengatakan, dari Januari sampai September inflasi berada di bawah dua persen atau rerata 1,92 persen. Sedangkan tingkat deflasi rata-rata di Januari sampai dengan September ini berada di 0,38 persen.

“Apa yang disampaikan Bank Indonesia agar masyarakat belanja itu memang benar. Di Pontianak sendiri saat ini memang terjadi deflasi khususnya untuk beberapa komoditi bahan pokok, seperti daging ayam, cabai rawit, beras premium/medium dan sayuran, namun setiap bulan mulai mengecil, artinya sudah ada kenaikan harga meski tidak besar,” ujar Ani Sofian, Senin (7/10).

Dipaparkan dia, inflasi di Pontianak dari Januari sampai September masih di bawah dua persen dengan tingkat deflasi rata-rata dari bulan yang sama di angka 0,38 persen.

Dengan menurunnya daya beli masyarakat, utamanya kelompok masyarakat menengah, diapun senada dengan tindakan Bank Indonesia yang meminta masyarakat untuk lebih banyak belanja ke pasar.

Menurutnya, menurunnya jumlah pembelian masyarakat juga ada hubungannya dengan kebijakan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Kalbar soal gerakan menanam sayuran di lahan rumah. Mudah-mudahan hasil dari gerakan tersebut, dalam waktu dekat sudah bisa dipanen. Sehingga masyarakat untuk sementara ini masih mengkonsumsi hasil tanamannya.

Soal deflasi ini kata dia, memang tidak terjadi secara keseluruhan. Sebab beberapa harga kebutuhan pokok juga terjadi penurunan. Meski begitu, para petani dan pedagang masih mendapatkan untung meskipun tak banyak.

Ketua Sementara DPRD Kota Pontianak, Satarudin memandang menurunnya angka belanja masyarakat saat ini terjadi dikarenakan beberapa sebab. Seperti beberapa harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, kemudian persoalan-persoalan sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Mulai dari pemutusan kerja dan persoalan ekonomi.

Kejadian pemutusan hubungan kerja oleh karyawan dibeberapa perusahaan di Pulau Jawa, menurutnya juga menjadi penyumbang angka deflasi. Sebab masyarakat tak lagi memiliki pendapatan, sehingga mereka juga berpikir untuk berbelanja di luar. Pastinya, ketika berbelanja mereka lebih mengutamakan untuk membeli kebutuhan primer.

Ia berharap, deflasi di Kota Pontianak tidak tinggi. Sebab Kota Pontianak ini pendapatan pajaknya berdasar dari jasa. Ketika rumah makan kafe dan restoran sepi karena tak ada masyarakat belanja, pasti akan berbahaya.

“Pemkot Pontianak selain mengajak masyarakat untuk belanja, juga harus mencari formula buat menekan terjadinya deflasi lebih besar,” katanya(iza)

 

Editor : A'an
#pontianak #Deflasi #Ani Sofian