PONTIANAK - Anggota DPR RI Bambang Harjo Soekartono melakukan pengecekan pengoperasionalan Terminal Antar Negara ALBN Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu (9/10) sore. Terdapat beberapa poin penting dalam peninjauan yang dilakukan olehnya. Mulai dari kelengkapan sarana prasarana terminal hingga mendorong Pertamina untuk memberikan kemudahan para sopir bus mendapatkan BBM.
“Kunjungan saya ke Kalbar ini fokusnya ingin melihat kondisi Terminal Tipe A ALBN yang dikelola oleh Kemenhub. Terminal antar negara inikan melayani rute perjalanan luar negeri. Makanya harus dikelola secara profesional oleh Kemenhub. Jangan sampai pelayanannya justru malu-malukan,” tegas Bambang.
Setelah melihat langsung kondisi Terminal ALBN Sungai Ambawang, diapun menyimpulkan terdapat beberapa sarana prasarana yang mesti dilengkapi. Seperti sterilisasi barang untuk terminal dengan pelayanan rute luar negeri sudah semestinya memiliki x ray. Namun kenyataan, dari penjelasan petugas, bahwa x ray di sini sudah rusak.
Padahal fungsi x ray sangat penting. Sebab bisa menjadi alat pendeteksi ketika menemukan barang berbahaya yang bisa saja terbawa ke dalam bus. Baik itu obat terlarang sampai bahan peledak. “X ray ini harus diadakan lagi,” tegasnya.
Dia juga menyoroti papan informasi digital mesti ditempatkan di ruang informasi. Menurutnya papan informasi ini sangat penting dan bisa sebagai informasi bagi calon penumpang yang akan berangkat ke luar negeri. Dia pun minta di papan informasi dapat menampilkan semua jadwal keberangkatan bus tersebut. Baik jadwal dalam negeri dan luar negeri. Inikan terminal internasional.
Dia juga menyoroti soal sulitnya para sopir mendapatkan bahan bakar di Indonesia. Temuan itu didapat usai mendengarkan langsung penjelasan dari para sopir. Hasilnya, mereka kesulitan mendapatkan bahan bakar. Belum lagi mutu BBM yang jelek sehingga bahan bakar tersebut sering terjadi pengendapan dan berakibat pada mogoknya bus di jalan. “Kalau mogok di hutan bagaimana? Perjalanan ke sana kan ada juga yang melewati kiri kanan hutan,” singgung politisi Gerindra itu.
Pertamina dimintanya harus menyediakan bahan bakar dengan kualitas yang sama dengan bahan bakar di Malaysia. Dengan demikian para sopir bus tidak lagi membeli BBM di negara tetangga. Apalagi harga bahan bakar di negara tetangga jauh lebih murah dibanding di sini. “Saya akan telepon Dirut Utama Pertamina. Saya mau mereka sediakan bahan bakar untuk rute lintas negara ini dengan baik. Jangan sampai malu-maluin. Kalau bicara sumber minyak, Indonesia lebih banyak dibanding negara tetangga. Masak teman-teman pengemudi sulit mendapatkan minyak. Insyaallah usai dari sini akan ada perubahan dari sisi pelayanan Pertamina terhadap transportasi di Indonesia,” tutupnya.(iza)
Editor : A'an