SANGGAU - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson turun langsung memantau kondisi bencana banjir yang melanda Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Jumat (18/10). Orang nomor satu di Kalbar itu turun untuk memastikan kondisi warga terdampak bencana banjir mendapatkan penanganan maksimal.
Harisson menyampaikan bahwa total sebanyak 4.000 jiwa dan 1.053 kepala keluarga (KK) dari enam dusun terdampak banjir tersebut. Termasuk juga berdampak pada akses jalan nasional yang menghubungkan ke beberapa kabupaten. Hingga mengakibatkan distribusi bahan pangan ke sejumlah wilayah terhambat. "Saya turun ke sini untuk memastikan warga yang terdampak mendapatkan penanganan maksimal, kita Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar juga membawa bantuan beras, dan lainnya," ungkap Harisson.
Dalam kesempatan itu, Harisson juga menyoroti pendangkalan Sungai Sekayam yang ditengarai menjadi salah satu penyebab banjir tersebut. Dirinya akan segera melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat agar segera mengatasi masalah tersebut. Lantaran Sungai Sekayam menjadi kewenangan pemerintah pusat. "Saya lihat pendangkalan di Sungai Sekayam, ini kewenangan pusat nanti akan saya memberitahukan ke pusat agar dikeruk Sungai Sekayam," katanya.
Harisson pun meminta Pj Bupati Sanggau untuk memberikan perhatian pada penanganan drainase di wilayah Sanggau. Sehingga ketika terjadi hujan, maka airnya bisa cepat turun agar tidak menggenang. Dirinya juga memastikan Pemprov memberikan perhatian serius, apalagi jalan tersebut merupakan akses vital. "Perlu menjadi perhatian kita karena kalau jalan di Sosok ini jalan nasional, dan menjadi akses ke wilayah hulu, banyak kabupaten yang membutuhkan distribusi pasokan bahan pangan, dan lainnya," tegasnya.
Dari pantauannya di lapangan, bahkan ada truk yang mengangkut bahan pangan harus antre untuk bisa melintasi jalan tersebut. "Saya lihat tadi truk sudah tiga hari antre di sini, dan itu membuat distribusi atau pasokan pangan, dan lain akan terhambat ke daerah hulu, sehingga bisa berdmapak pada angka inflasi kita," sambungnya.
Harisson juga meminta perhatian serius semua pihak dalam penanganan banjir tersebut. Termasuk juga dengan memikirkan alternatif antisipasi yang bisa dilakukan, misalnya dengan rekayasa cuaca yang dibantu oleh pemerintah pusat. Lantaran banjir tersebut terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi beberapa waktu terakhir.
Rekayasa cuaca bisa dilakukan sebagai langkah antisipasi bencana banjir akibat peningkatan curah hujan. Jika terdapat potensi hujan intensitas tinggi yang bakal terjadi pada satu wilayah, dengan rekayasa cuaca awannya bisa disebar. Sehingga tidak menumpuk di satu wilayah yang berakibat bencana banjir. "Kalau sudah ada ramalan bahwa akan terjadi peningkatan curah hujan kita akan lakukan rekayasa cuaca minta bantuan pusat. Disebar hujannya tidak menumpuk di Sosok ini," jelasnya.
Harisson pun menyampaikan apresiasi kepada Pj Bupati Sanggau Suherman, Dandim 1204 Sanggau Letkol Inf Subandi dan Kapolres Sanggau AKBP Suparno Agus Candra Kusumah yang terus memantau, dan mengawal bencana banjir tersebut. Termasuk mengatur lalu lintas yang saat ini mulai surut supaya bisa dilewati kendaraan. "Saya berterima kasih kepada Pak Pj Bupati Sanggau, Dandim Sanggau, dan Kapolres Sanggau," pungkasnya.(bar/r)
Editor : A'an