PONTIANAK - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar memprakirakan potensi hujan deras masih berlanjut sampai 20 Oktober 2024 di Wilayah Kalbar bagian timur.
Periode tanggal 21 sampai 23 Oktober 2024 potensi hujan di wilayah Kalimantan Barat mulai berkurang, wilayah yang masih terjadi genangan atau banjir diprakirakan mulai berangsur-angsur surut.
BMKG Kalbar mencatat seminggu terakhir hujan lebat telah terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat. Beberapa wilayah dilaporkan telah terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Bahkan curah hujan yang tinggi sebabkan banjir yang melanda Desa Sosok di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau. Akibatnya, banjir merendam permukiman warga, bahkan sempat memutus akses transportasi darat yang menghubungkan Kota Pontianak-Sanggau dan wilayah sekitarnya.
Namun, berdasarkan pantauan Diskominfo Sanggau pada Jumat (18/10) pagi, sudah banyak kendaraan roda empat yang melintasi. Namun, kendaraan roda dua masih menggunakan rakit yang disediakan warga sekitar.
Erika Mardiyanti, Kepala Stasiun Meteorologi Supadio mengatakan diprakirakan sampai tanggal 20 Oktober 2024 masih berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Kalimantan Barat, antara lain Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, dan Ketapang.
"Dengan masih adanya potensi hujan intensitas sedang hingga lebat selama empat hari ke depan, diimbau kepada masyarakat agar tidak panik," ujar Erika Rabu (17/10) sore.
Erika berpesan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi seperti banjir, banjir bandang, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, dan sambaran petir.
Wilayah bertopografi curam/berbukit patut waspada potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan intensitas sedang-lebat bahkan ekstrem yang terjadi dalam durasi panjang.
"Periode tanggal 21 sampai 23 Oktober 2024 potensi hujan di wilayah Kalimantan Barat mulai berkurang, wilayah yang masih terjadi genangan atau banjir diprakirakan mulai berangsur-angsur surut,"ujarnya.
Masyarakat diimbau juga untuk terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG. Berdasarkan ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada 8 lokasi di Provinsi Kalimantan Barat tanggal 17 Oktober 2024 Pukul 07.00 WIB sampai dengan 18 Oktober 2024 Pukul 06.00 WIB Tidak terdapat suhu udara ekstrem.
Suhu udara tertinggi yaitu 34.0° C terjadi di Kota Pontianak. Suhu udara rata-rata berkisar 25.7°C hingga 28.1°C. Sementara suhu udara terendah adalah 22.7°C di Melawi. Terjadi hujan di sebagian besar titik pengamatan.
Curah hujan tertinggi yaitu sebesar 25.7 mm/hari terjadi di Melawi. Tidak terdapat kejadian angin kencang. Kecepatan angin tertinggi yaitu 10 knot di Kapuas Hulu. Arah angin dominan dari arah Timur Laut -Tenggara. Tidak terdapat jarak pandang ekstrem.
Sementara itu Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak memprakirakan pasang surut Pontianak tertinggi pada 18 sampai dengan 24 Oktober 2024 setinggi 1,6 meter terjadi pada 23 sampai dengan 24 Oktober 2024 pada pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB.
Sedangkan pasang surut Kendawangan tertinggi pada 18 sampai dengan 24 Oktober 2024 setinggi 1,6 meter terjadi pada 20 hingga 24 Oktober 2024 pada pukul 11.00 sampai dengan 14.00 WIB.
Pasang surut Penagi tertinggi pada 18 sampai dengan 24 Oktober 2024 setinggi 1,6 meter terjadi pada tanggal 18 Oktober 2024 pada pukul 15.00 sampai dengan 19.00 WIB.
Pada tanggal 19 Oktober 2024 terjadi pukul 03.00 WIB, dan pada tanggal 23 sampai dengan 24 Oktober 2024 terjadi pukul 21.00 sampai dengan pukul 00.00 WIB. (mrd)
Editor : Miftahul Khair