Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bawaslu Pontianak Ajak Waspadai Isu Suku, Agama dan Ras dalam Pilkada

Miftahul Khair • Senin, 28 Oktober 2024 | 15:24 WIB
Ilustrasi waspadai isu suku, agama dan ras dalam Pilkada 2024.
Ilustrasi waspadai isu suku, agama dan ras dalam Pilkada 2024.

PONTIANAK - Menjauhkan isu suku, agama, dan ras (SARA) dalam Pilkada adalah langkah penting untuk menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat yang beragam, seperti di Kota Pontianak.

Peran masyarakat sangat krusial untuk mewujudkan Pilkada yang damai dan harmonis.

Menurut Badan Pengawas Pemilu Kota Pontianak, berikut adalah beberapa cara yang dapat diaplikasikan masyarakat Kota Pontianak untuk dapat berperan:

  1. Menolak Kampanye Memuat Isu SARA

Masyarakat harus menolak segala bentuk kampanye yang menggunakan isu SARA untuk meraih dukungan. Ini termasuk tidak mendukung atau menyebarkan narasi yang memecah belah berdasarkan identitas suku, agama, atau ras.

Hindari Ujaran Kebencian: Jangan terlibat dalam penyebaran ujaran kebencian atau diskriminasi berbasis SARA, baik secara langsung maupun di media sosial.

Pilih Berdasarkan Program, Bukan Identitas: Pilih calon pemimpin berdasarkan program kerja, visi, dan misi mereka, bukan berdasarkan suku, agama, atau rasnya.

  1. Menyebarkan Pesan Perdamaian dan Persatuan

Masyarakat dapat aktif berperan dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian dan persatuan, baik di lingkungan sekitar maupun melalui media sosial. Hal ini penting untuk mengimbangi narasi negatif yang mungkin muncul selama masa Pilkada.

Bersikap Netral dalam Persoalan Identitas: Masyarakat bisa menjadi contoh dengan bersikap netral dalam persoalan SARA, fokus pada kesatuan kota dan bangsa.

Promosikan Dialog dan Toleransi: Mengajak komunitas untuk berdialog dan memahami keberagaman yang ada di Kota Pontianak, sehingga bisa hidup berdampingan tanpa prasangka.

  1. Melawan Hoaks dan Propaganda Berbasis SARA

Banyak hoaks yang bermuatan SARA digunakan untuk memecah belah masyarakat selama Pilkada. Masyarakat harus aktif melawan penyebaran informasi palsu atau propaganda yang memanfaatkan perbedaan identitas.

Saring Informasi Sebelum Dibagikan: Selalu verifikasi berita atau informasi yang diterima, terutama yang terkait dengan isu SARA. Tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Laporkan Konten Provokatif: Jika menemukan konten yang mengandung provokasi berbasis SARA, segera laporkan ke pihak berwenang atau platform media sosial.

  1. Menjaga Toleransi Antarwarga

Sebagai kota yang memiliki keragaman etnis dan agama, masyarakat Kota Pontianak perlu terus memupuk rasa saling menghormati dan toleransi. Ini bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara sederhana seperti menghargai perbedaan budaya, agama, dan adat istiadat yang ada.

Jaga Silaturahmi Antar Komunitas: Jalin dan perkuat silaturahmi antar kelompok atau komunitas berbeda agar tercipta suasana yang harmonis.

Hindari Provokasi: Tidak terprovokasi oleh isu-isu yang mencoba memecah belah persaudaraan di antara masyarakat yang berbeda suku, agama, atau ras.

  1. Berpartisipasi dalam Edukasi Publik

Masyarakat dapat berperan dalam memberikan edukasi kepada orang-orang di sekitarnya tentang pentingnya menghindari isu SARA dalam Pilkada. Edukasi ini bisa dilakukan melalui forum-forum diskusi, kegiatan komunitas, atau bahkan melalui media sosial.

Ajak Diskusi Sehat: Jika ada perdebatan terkait identitas, ajak orang-orang untuk berdiskusi secara sehat, tanpa menjadikan SARA sebagai alat untuk menyerang.

Libatkan Generasi Muda: Ajak generasi muda yang aktif di media sosial untuk membantu menyebarkan pesan positif dan mengedukasi teman-teman sebaya mereka tentang bahaya politisasi SARA.

  1. Dukung Penegakan Hukum

Jika terjadi pelanggaran terkait penggunaan isu SARA dalam kampanye, masyarakat harus mendukung penegakan hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu atau pihak berwenang.

Partisipasi dalam proses pengawasan juga penting untuk menjaga agar Pilkada tetap bersih dari isu-isu SARA.

  1. Fokus pada Pembangunan Kota yang Inklusif

Masyarakat dapat mengarahkan diskusi publik dan percakapan seputar Pilkada pada isu-isu yang lebih konstruktif, seperti pembangunan kota yang inklusif untuk semua lapisan masyarakat, terlepas dari latar belakang suku, agama, dan ras.

Dengan peran aktif masyarakat Kota Pontianak dalam menjauhkan isu SARA, Pilkada dapat berjalan dengan aman, damai, dan berintegritas, mencerminkan nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman. (*/r)

Editor : Miftahul Khair
#BAWASLU PONTIANAK #isu sara #pilkada 2024