PONTIANAK - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin mengingatkan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata untuk mengatur regulasi tentang aturan penyewaan Lapangan Sepak Bola Keboen Sajoek (PSP) yang saat ini tengah di renovasi. Setelah lapangan tersebut selesai dikerjakan, diharap aturan regulasi yang baru juga bisa terselesaikan.
“Saat ini lapangan PSP tengah direnovasi. Fokusnya memang perbaikan pada rumputnya. Nanti setelah lapangan itu jadi, pasti kualitas rumputnya juga akan semakin baik,” ujar Satarudin, Senin (28/10).
Ketika ada peningkatan perbaikan infrastruktur khususnya rumput lapangan hijau, pastinya juga dalam penggunaannya tak bisa dilakukan dengan sembarangan. Sebab selain renovasinya memakan biaya cukup besar, Disporapar mesti melihat juga biaya pemeliharaan rumput tersebut.
Dia mendorong Dispora untuk mengkaji harga penyewaan lapangan di PSP. Kajian harga bisa dilakukan dengan melihat tarif penyewaan lapangan yang rumputnya bagus dan standar.
Seperti stadion di Pulau Jawa yang sudah bagus, pastinya untuk persekali game harganya tidak murah. Dia pun ingin setelah lapangan PSP jadi, tak lagi bisa digunakan sembarangan.
Oleh sebab itu butuh regulasi baru yang harus dikaji. Setelah adanya regulasi baru itu, bisa sebagai acuan dasar dalam penggunaan lapangan penuh sejarah ini kedepannya. “Saya mau begitu lapangan ini selesai di renovasi, aturan regulasinya juga sudah ada,” tegasnya.
Sebab PSP ini merupakan lapangan penuh sejarah. Kalau bisa ini hanya digunakan untuk pertandingan resmi sepak bola di Pontianak. Baik itu kelompok umur sampai usia senior. Sisanya, kawan-kawan yang ingin bermain sepak bola bisa bermain di lapangan lain yang telah disediakan oleh Pemkot Pontianak.
“PSP kalau perlu hanya untuk tanding saja. Kalau lapangannya bagus, kita pun enak nontonnya,” katanya.
Dia berharap, dengan telah bagusnya rumput sepak bola di lapangan PSP, juga akan berpengaruh pada prestasi sepak bola Pontianak yang kondisinya saat ini tengah mati suri.
Masyarakat pecinta bola Pontianak pasti menginginkan tim Kota Pontianak kembali angkat trofi. Baik untuk turnamen kategori umur dan senior di Kalbar. Kalau untuk bermain di Liga 1 memang agak berat. Tetapi kalau melahirkan pemain top yang bisa masuk skuad timnas, dirasa dia ini bisa dilakukan. Kuncinya pembinaan dengan turnamen sepak bola yang berkelanjutan.(iza)
Editor : A'an