BADAN Narkotika Nasional (BNN) RI bekerjasama BNNK Pontianak menggelar Workshop peningkatan peran serta masyarakat dalam rangka kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba bertempat di aula Kecamatan Pontianak Timur, Kamis (7/11).
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yaitu dimulai 7–8 November 2024 dan dibuka Direktur Peran Serta Masyarakat (PSM) BNN RI Drs Yuki Ruchimat serta dihadiri Kabag Umum BNNP Kalbar, Kepala BNNK Pontianak, Kapolsek Pontianak Timur, Camat Pontianak Timur dan penggiat antinarkoba Kelurahan Dalam Bugis
Yuki Ruchimat mengatakan, workshop ini digelar dalam rangka pengembangan kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba di Kota Pontianak khususnya wilayah Kelurahan Dalam Bugis.
Workshop ini bertujuan menangani masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang terjadi di seluruh kota di Indonesia khusunya di Kota Pontianak. Selain itu, menurutnya, langkah ini dinilai memerlukan sinergitas bersama dengan seluruh elemen masyarakat.
"Kami dari Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat membuka workshop ini agar bisa diterapkan di masing-masing kelurahan, jadi perlu ditingkatkan lagi pertemuan seperti ini. Semoga kesiapsiagaan narkoba di Kota Pontianak khususnya di Kelurahan Dalam Bugis akan semakin baik lagi demi mencapai kelurahan bersinar,” ujarnya.
Lebih lanjut Yuki berharap kepada peserta yang hadir agar dapat mengamankan lingkungan maupun keluarganya dari ancaman bahaya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.
Untuk itu, menurutnya, perlu ada pendekatan dari semua peserta harus diperkuat terutama ketahanan keluarganya salah satunya melalui edukasi yang masif kepada masyarakat mapun keluarganya mengenai dampak bahaya penyalahgunaan narkoba serta bagaimana cara menanganinya. Sehingga mereka paham dan termotivasi melakukan pelaporan jika ada anggota keluarga, kerabat di lingkungan sekitar yang melakukan penyalahan narkoba.
Yuki menambahkan, memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba harus dilakukan secara sinergi dengan semua pihak dan seluruh elemen masyarakat.
“Tanpa dukungan masyarakat semua akan sia-sia tidak akan berhasil dengan baik, mudah-mudahan melalui workshop di Kota Pontianak ini, khususnya Kelurahan Dalam Bugis bebas dari ancaman narkoba,” harap dia.
Untuk itu Yuki menegaskan ancaman narkoba bukan suatu hal yang mudah untuk menanganinya. Hal ini perlu kerja sama dengan komponen masyarakat serta seluruh stakeholder.
"Apalagi Kepala BNNK Pontianak berkeinginan Kelurahan Dalam Bugis menjadi kota wisata yang religius dan paling cantik di seluruh wisata yang ada di Kalbar, mudah–mudahan dapat terwujud dan menjadikan Kelurahan Dalam Bugis yang lebih baik dan bersinar,” pungkasnya. (wan/ser)
Editor : A'an