Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sempat Teteskan Air Mata, Sekapur Sirih, Menteri UMKM RI Maman Abdurahman Pulang Kampung

A'an • Minggu, 10 November 2024 | 18:04 WIB
Menteri UMKM RI, Maman Abdurahman dalam kata sambutannya sempat meneteskan air mata mengingat kampung halamannya di Kalbar disela-sela menyampaikan kata sambutannya di hadapan tokoh-tokoh masyarakat.
Menteri UMKM RI, Maman Abdurahman dalam kata sambutannya sempat meneteskan air mata mengingat kampung halamannya di Kalbar disela-sela menyampaikan kata sambutannya di hadapan tokoh-tokoh masyarakat.

PONTIANAK - Menteri UMKM RI, Maman Abdurahman melakukan kunjungan kerja pertamanya ke Kalimantan Barat sebagai Menteri UMKM RI, dalam Kabinet Merah Putih usai dilantik Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu. Maman sapaan karib Ketua DPD Golkar Kalimantan Barat ini, pulang kampung sekaligus melaksanakan tugasnya pada Hari Minggu(10/11).

Sambutan hangat dan sederhana di VIP Bandara Supadio Kubu Raya, digelar sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh lintas etnis dalam Perkumpulan Merah Putih (PMP). PMP sendiri di Kalimantan Barat terdiri dari 24 berbagai etnis, yang membaur menjadi satu.

Selain kedatangannya ditunggu para tokoh di Kalimantan Barat, hadir juga teman, kerabat, sahabat, tim kementrian UMKM RI, organisasi persatuan seperti King Rattle Club termasuk pengurus partai Golkar di Kalbar, Kota Pontianak, Kubu Raya dan DPD daerah lain. Di ruang VIP, bandara berbagai ucapan "sekapur sirih" untuk putra kebangaan Kalimantan Barat. disampaikan berbagai tokoh adat.

Hadir dalam acara penyambutan Menteri UMKM RI, selain Ketua DPP Majelis Adat Melayu Kalbar, Chairil Effendy, dari DAD Kalbar diwakili vinsen, Ketua Paguyuban Jawa, Purwanto, Mantan Kapolda Kalbar, Didi Haryono, Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur dan Heri Mustamin, Ketua Fraksi Golkar Kalbar dan perwakilan Pemprov Kalbar, Linda Purnama, termasuk Junaidi Kadis Koperasi dan UMKM Kalbar.

Dalam "sekapur sirihnya" di hadapan warga Kalimantan Barat, Menteri UMKM RI, Maman Abdurahman menyampaikan ucapan ribuan terima kasihnya bahwa kunjungan pertama kalinya sebagai Menteri UMKM RI dilakukan di kampung halamannya di Kalimantan  Barat.

"Mungkin banyak yang bertanya-tanya. Setelah pak Menteri UMKM, dilantik 3 minggu lalu kenapa belum turun ke daerah. Pertama, saya fokus urusan internal dahulu terkait perubahan nomenklatur pemisahan UMKM dan Koperasi. Mungkin juga banyak yang bertanya, kenapa pak Presiden Prabowo memisahkan urusan UMKM dan Koperasi ? rupanya pak Presiden kita (Prabowo Subianto) berharap Menteri yang dipilih baik di UMKM dan Koperasi dapat fokus mengurus dua entitas berbeda, antara koperasi dan UMKM," ucapnya dihadapan lintas tokoh adat dan tokoh masyarakat Kalbar.

Maman menyebutkan bahwa UMKM di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 65 jutaan. Para pelaku UMKM ini harus diurus tumbuh dan berkembangnya, baik UMKM sektor mikro, menengah dan lainnya. Dia pun percaya bahwa pendekatan mengurus UMKM di Indonesia harus dengan memakai etika, pendekatan spiritual dan kebatinan.

"Makanya saya harus turun dahulu ke kampung halaman (Kalbar) saya. Sebab disinilah, saya dilahirkan dan dibesarkan. Lewat Kalbar juga, saya dihantarkan dan dibesarkan menjadi wakil rakyat di tingkat nasional," katanya hingga tak terasa ucapan tersebut membuat suasana hening dan air mata Menteri UMKM RI, sempat menetas keluar sebentar.

Sebagai etika kesantunan, Maman sapaan karibnya sadar dan menjadi semacam keharusan juga seyogyanya untuk datang dahulu ke kampung halaman hingga disambut meriah para tokoh-tokoh di Kalbar. "Besok (Senin), saya juga akan datang ke sekolah saya (SMAN 3 Pontianak) untuk sowan ke guru-guru saya," ucapnya.

Diberikan amanah luar biasa besar sebagai Menteri UMKM RI, Maman mengakui bukanlah jadi tugas mudah. Sebab, mengurus UMKM adalah harus fokus sebagai pemimpin UMKM di Indonesia. Sehingga segala persiapan termasuk mental, benar-benar menjadi jihadnya. Maman percaya bahwa jalan jihad mengurus UMKM sekaligus membawa nama putra Kalimantan Barat, akan dijalankannya dengan sepenuh hati. "Amanah yang sudah berada di tangan saya harus dijalankan dengan sepenuh hati. Didikan adat istiadat dan budaya saya dilahirkan di Kalbar, akan saya bawa mengharumkan nama Kalbar," ucapnya.

Dalam sekapur sirihnya tersebut, Maman juga menyampaikan untuk diketahui masyarakat Kalbar bahwa pertama kali keluar dari omongan Presiden RI, Prabowo Subianto saat ditugaskan sebagai Menteri UMKM RI adalah selain kader Partai Golkar, juga menjadi representasi identitas warga Kalimantan Barat.

"Oleh karena itu, yakinlah. Insha Allah, saya tak akan pernah lupa dengan Kalbar. Hari ini saya orang kalbar diuji. Budak selembe, warga Kalbar Insha Allah 5 tahun ini kita patenkan mengurus UMKM," ucapnya.

Maman juga meminta doa kepada tokoh masyarakat, tokoh adat dan warga Kalbar agar dirinya dijauhkan  dari hal-hal berbahaya, dalam konteks pelanggaran hukum. "Doakan saya dijauhkan selama menjadi menjadi Menteri UMKM RI dapat menjaga nama baik Kalbar. Insha Allah juga, meskipun anggaran UMKM tak besar, tetapi punya akses mengurus kredit pelaku UMKM sangat besar. Saya punya keinginan besar memajukan UMKM Indonesia dan Kalbar," kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Maman juga bercerita banyak menerima isi WhatsApp dukungan dan support warga Kalbar. Ada yang mengirim WhatsApp jangan lupa dengan kampung halaman. Ada juga isinya selalu menganjurkan dirinya berlaku Amanah sebagai Menteri UMKM RI.

Dihadapan tokoh masyarakat dan tokoh adat, Maman Kembali menceritakan bahwa ucapan selamat juga banyak mengalir dari berbagai keluarga dari pihak ibu dan ayahandanya. Untuk yang satu ini, Maman mengakui bahwa di badannya mengalir berbagai darah multi etnis. Dari pihak ibunya masih ada baris keturunan Melayu, Dayak, Jawa, India, Arab dan lain-lain. Pun demikian dari barisan keturunan Ayahanda Maman. "Pokoknya isi di badan saya ini ntah ape-apelah. Semua etnis dan suku ada," ucapnya.

Oleh karena itu, dia meyakini bahwa Kalbar tidak bisa dibangun dengan pendekatan satu etnis saja. Tetapi harus berpihak kepada kepentingan multi etnis. Semangat perjuangan baik dari suku melayu, dayak, madura, jawa, bugis dan lainnya selama berada di wilayah Indonesia dan Kalbar, mereka berhak memperoleh perlakuan sama dalam hal pembangunan dan program pemerintah.

"Alhamdulilah legacy, saya mengurus UMKM adalah tetap dalam kebersamaan. Tupoksi saya mengurus UMKM di Indonesia adalah bagaimana menumbuh kembangkannya menjadi lebih baik, lebih besar. Saya juga butuh support dari masyarakat Indonesia terutama Kalbar. Mohon maaf apabila dalam kata sambutan saya, ada bagian kata-kata tak berkenan. Tetapi percayalah, saya siap bersama masyarakat membesarkan UMKM di Indonesia dan Kalbar," pungkasnya.(den)

Editor : A'an
#Menteri umkm #maman abdurahman