KAMUS Besar Bahasa Indonesia mengartikan bangunan sebagai sesuatu yang didirikan atau sesuatu yang dibangun (seperti rumah, gedung, menara). Bangunan sendiri memiliki kata dasar bangun yang diartikan sebagai bentuk (bulat, segi empat, dan sebagainya) atau cara menyusun atau susunan yang merupakan suatu wujud, hingga struktur.
Dilansir dari situs Renos, bangunan adalah tempat rancangan manusia yang dibuat dengan tujuan tertentu. Bangunan bisa memiliki variasi tinggi. Komponen integral bangunan sendiri terdiri dari elemen pondasi, dinding, kolom, balok, rangka, dan bahan atap.
Selain itu, bangunan juga dapat dibuat dengan menggunakan berbagai bahan. Mulai dari bahan beton, kayu, batu bata, atau logam, dengan berbagai bentuk dan ukuran.
Dalam istilah teknik, bangunan merujuk pada suatu kesatuan bangunan yang melekat secara permanen pada tanah dan/atau air.
Bangunan juga bisa didefinisikan sebagai suatu kesatuan buatan manusia yang meliputi dinding dan atap, serta terletak secara permanen di suatu lokasi tertentu.
Bangunan-bangunan modern, yang dicirikan oleh beragam bentuk arsitektur, dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia, lebih dari sekedar ruang hunian. Produk arsitektur yang terkait dengan bangunan disesuaikan dengan fungsi spesifik dan fasilitas yang tersedia, menekankan keragaman struktur untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia.
Bangunan sendiri terdiri dari beberapa struktur utama yang penting untuk stabilitas dan ketahanannya. Struktur utama dalam sebuah bangunan terdiri dari struktur penopang, struktur penahan, struktur penutup, sistem pondasi, sistem struktur atap, hingga sistem pelapis dinding.
Konstruksi bangunan sendiri meliputi dua bagian mendasar, yakni bagian bawah dan bagian atas. Bagian bawah bangunan merupakan penopang fundamental suatu bangunan. Bagian ini mencakup unsur-unsur seperti pondasi sebagai penopang utama dan memikul beban bangunan. Kemudian tie beam (sloof) yang diposisikan di atas pondasi, menopang beban dari dinding dan kolom, biasanya dibuat dari bahan kuat seperti beton bertulang. Terakhir adalah kolom
Yang berfungsi sebagai penopang utama, di mana kolom dapat menyalurkan beban lantai ke pondasi. Kolom dapat dibuat dari beton bertulang, baja, atau bahan kokoh lainnya.
Sementara bagian atas bangunan terletak di atas pondasi. Fungsi utama dari bagian atas ini adalah sebagai penutup pelindung dan mencakup. Komponen-komponennya adalah balok yang diposisikan di atas kolom. Kemudian lantai yang menutupi ruang interior bangunan, bertumpu pada balok, seringkali terbuat dari beton bertulang, kayu, atau bahan kuat. Terakhir adalah atap sebagai
penutup pelindung yang melindungi bagian dalam dari unsur-unsur seperti hujan, panas, dan sinar matahari.
Apabila dilihat dari fungsi, bangunan dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok. Sebut saja bangunan perumahan, bangunan komersial, bangunan pendidikan, bangunan hiburan, bangunan peribadatan, bangunan industri, bangunan penginapan, bangunan kesehatan, bangunan pusat transportasi, hingga bangunan pemerintahan.
Yang paling umum adalah bangunan perumahan, di mana jenis bangunan ini adalah yang digunakan sebagai tempat tinggal bagi masyarakat. Bentuk bangunan perumahan bisa berupa rumah sederhana, rumah tinggal, apartemen, ataupun kondominium.
Umumnya, fungsi utama dari bangunan perumahan memang sebagai tempat hidup masyarakat dalam waktu yang lama. Karena itulah, jenis bangunan satu ini pasti sering ditemukan di kehidupan sehari-hari.
Bangunan perumahan dapat dibeli secara langsung atau melalui biaya sewa dengan kesepakatan tertentu. Contoh-contoh bangunan perumahan, di antaranya adalah rumah, komplek perumahan, rumah susun, apartemen, mess, kontrakan, kos-kosan, hingga asrama. (ote)
Editor : Miftahul Khair