INSPEKTUR Jenderal Kementerian Agama, Faisal Ali Hasyim memantau penyelesaian pembangunan Asrama Haji Pontianak, Rabu (13/11). Dalam kunjungan kerjanya ini, Faisal memastikan pembangunan asrama tersebut telah selesai 100 persen dan siap digunakan untuk musim haji mendatang.
Pembangunan Asrama Haji ini dilaksanakan melalui dana dari program Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2024 dan bertujuan meningkatkan pelayanan jemaah haji di Kalimantan Barat.
“Kami harap dengan selesainya Asrama Haji Pontianak ini, jemaah tidak lagi perlu menginap di hotel dan bisa memanfaatkan fasilitas asrama yang kami sediakan,” ujar Faisal Ali Hasyim, Rabu (13/11).
Selama berada di asrama, jemaah akan mendapatkan bimbingan serta pemantapan manasik haji sehingga diharapkan akan meningkatkan kenyamanan dan kepuasan para jemaah dibandingkan dengan pelayanan sebelumnya.
Selain berfokus pada fasilitas penginapan, pembangunan Asrama Haji Pontianak juga bertujuan untuk memberikan simulasi manasik haji yang lebih realistis. Rencananya, Kemenag akan melengkapi asrama ini dengan miniatur Ka’bah dan area untuk latihan melontar jumrah, guna memberi gambaran nyata tentang prosesi ibadah haji. Dengan adanya fasilitas tersebut, jemaah diharapkan dapat lebih siap dalam menjalankan ibadah haji dan umrah dengan tata cara yang baik dan benar.
Selama pemantauan, Faisal menyoroti pentingnya perawatan fasilitas agar tetap terjaga kualitasnya. Ia menyarankan agar asrama juga bisa difungsikan di luar musim haji, misalnya untuk kegiatan pelatihan dan akomodasi lain yang relevan.
Dengan demikian, pemasukan tambahan dari penyewaan asrama ini dapat mendukung biaya operasional serta pemeliharaan fasilitas, sekaligus memberikan peluang untuk penyempurnaan sarana yang belum selesai.
“Saya sampaikan kepada Kakanwil dan Kabid Haji agar sarana yang sudah dibangun dipelihara dengan baik. Fasilitas asrama bisa dikelola secara maksimal untuk berbagai kegiatan di luar musim haji agar dapat menutupi biaya operasional dan terus ditingkatkan pelayanannya,” tambah Faisal.
Inspektur Jenderal juga menekankan komitmen Kemenag terhadap rekrutmen petugas haji yang transparan dan akuntabel. Kakanwil dan Kabid Haji telah menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen mereka dalam proses rekrutmen yang sesuai aturan dan regulasi.
“Semua Kanwil sudah menandatangani Pakta Integritas untuk menjamin seleksi petugas haji berjalan transparan. Jika ada pelanggaran, kami persilakan untuk melaporkan langsung ke Inspektorat Jenderal agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegas Faisal.
Kunjungan ini disambut baik Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis. "Asrama haji ini belum diresmikan. Asrama haji ini baru ditinjau oleh beliau. Penyelesaiannya sudah 100 persen dan alhamdulillah mendapat penilaian yang baik oleh beliau," katanya.
Muhajirin yakin, Asrama Haji Pontianak saat ini cukup untuk menampung jemaah haji tahun 2025. "Insya Allah sudah cukup untuk jemaah haji tahun depan, dengan jumlah kuota yang biasa sudah cukup," katanya.
Muhajirin juga berterima kasih mendapatkan masukan agar Asrama Haji Pontianak ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh jemaah haji di tahun 2025, serta manajemen pengelolaan dan pemasaran Asrama Haji Pontianak.
"Karena sumber pembiayaan operasionalnya dari pendapatan asrama haji. Masukan dari beliau akan kami tindaklanjuti, misalnya melakukan sosialisais dan melakukan kerja sama-kerja sama dengan instansi lain," pungkasnya. (mrd)
Editor : A'an