Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pilgub Kalbar Usai, Sutarmidji Bakal Masuk Parpol

Miftahul Khair • Sabtu, 30 November 2024 | 12:34 WIB
KOMPAK: Cagub dan Cawagub Kalbar nomor urut 1, Sutarmidji-Didi Haryono kompak mengucapkan selamat kepada Norsan-Krisantus, Jumat (29/11). 
KOMPAK: Cagub dan Cawagub Kalbar nomor urut 1, Sutarmidji-Didi Haryono kompak mengucapkan selamat kepada Norsan-Krisantus, Jumat (29/11). 

Midji Ucapkan Selamat ke Norsan-Krisantus

PONTIANAK - Pasangan Calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji-Didi Haryono (Midji-Didi) mengucapkan selamat kepada paslon nomor urut 2, Ria Norsan-Krisantus Kurniawan (Norsan-Krisantus) yang telah memperoleh suara tertinggi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar Tahun 2024. Keduanya berharap pasangan Norsan-Krisantus dapat mewujudkan visi, misi dan program yang telah dijanjikan demi kemajuan Kalbar dalam lima tahun ke depan. 

 Hal tersebut disampaikan Midji-Didi di sela syukuran peringatan ulang tahun ke-62 Sutarmidji di kediamannya, Jalan M. Syafei, Kompleks Universitas Tanjungpura (Untan), Jumat (29/11) siang.

“Kami, saya dengan Pak Didi, karena hasil-hasil di PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) sudah, apa pun plus minusnya kami menghormati pilihan masyarakat Kalbar yang menentukan pilihanpada pasangan nomor urut 2 (Norsan-Krisantus) untuk memimpin Kalbar lima tahun ke depan. Walaupun nanti menunggu keputusan KPU (Komisi Pemilihan Umum), akan kami hormati,” ungkap Midji kepada awak media.

 Midji berharap, semua janji, visi misi dan program yang disampaikan paslon nomor urut 2 bisa terwujud untuk kebaikan bersama di Kalbar. Sebagai mantan gubernur di periode 2018-2023 yang lalu, Midji menyatakan siap jika diminta kontribusi dan pikiran untuk Kalbar ke depan.

“Silakan, saya untuk kepentingan Kalbar siap saja untuk berkontribusi pemikiran-pemikiran. Tapi beliau (Norsan-Krisantus) kan harus lebih dulu mengimplementasikan visi misinya, kita tidak usah mencampuri itu,” ujarnya. 

 Untuk saat ini, menurut Midji, yang terpenting adalah semua pihak harus menghormati proses yang masih berlangsung di jajaran KPU. Bagaimanapun, secara prosedural yang bisa memutuskan hasil akhirnya adalah KPU.

“Kita harus menghormati keputusan KPU, karena saya orang hukum,  pengajar  Fakultas  Hukum, tentu harus mengikuti prosedur hukum. Bukan cerita mau tidak mau, cepat atau lambat, tapi ini prosedur hukum yang harus kita lewati. Secara narasi-narasi politik (kemenangan) tidak masalah, tapi penetapan terpilih seseorang pasti di KPU,” jelasnya. 

 Dalam kesempatan itu, Midji juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim, relawan dan semua pihak yang telah mendukung pasangan Midji-Didi. Menurutnya, semua telah bekerja sama dengan baik dan telah memberikan kontribusi yang luar biasa kepada mereka. Ia berharap silaturahmi yang sudah terjalin selama ini bisa terus dipertahankan dengan baik. 

 “Apapun hasilnya (pilkada), plus minus, model apa pun yang ditemukan di lapangan, anggap itu dinamika. Kami, walaupun ada beberapa, misalnya satu TPS (suara) saya nol, Pak Muda nol, itu kami anggap sebagai kelemahan-kelemahan kita bersama dalam pelaksanaan pilkada ini. Jadi, kami tidak akan mengangkat (dugaan kecurangan) itu ke ranah hukum, kecuali yang ditemukan oleh Panwas, itu ranah Panwas, kalau saya tidak,” tegasnya.

 Meski tidak menjabat sebagai gubernur, Midji memastikan dirinya masih akan aktif di dunia politik dan berkontribusi untuk Kalbar. Ia segera akan bergabung ke salah satu partai politik (parpol) yang sudah eksis.

“Saya tetap masih di jalur politik. Saya dalam waktu dekat akan menentukan partai yang mungkin tempat berlabuh. (Saya) sebagai pembimbing atau jadi mentor politisi-politisi muda. Intinya, kami tetap melakukan (edukasi) politik-politik yang bersih,” ucapnya. 

 Namun demikian, Midji belum ingin menyebutkan parpol apa tempat ia berlabuh kelak. Yang pasti bukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “PPP kan sudah dua kali (pilgub) tidak bersama saya sebagai kadernya, ngapain kita harus di situ lagi. Artinya, secara de facto dianggap bukan kader. Saya politisi, harus berlabuh di partai. Untuk partainya, partai yang sudah eksis. Kalau Pak Didi sudah di Golkar, Pak Didi harus berkontribusi untuk apapun, untuk kebesaran Golkar,” pungkasnya. 

 Di tempat yang sama, Didi Haryono juga mengucapkan selamat atas perolehan suara tertinggi yang diraih pasangan Norsan-Krisantus. Ia memastikan siap berkontribusi dalam pemikiran atau hal-hal lainnya demi kemajuan Kalbar ke depan. “Saya sudah punya naungan di Golkar. Saya akan mendalami Partai Golkar bersama kawan-kawan Golkar di Kalbar,” katanya.

 Ia pun berharap seluruh proses Pilkada Kalbar yang masih berlangsung sampai saat ini bisa berjalan aman dan lancar. Didi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan dan pihak-pihak yang sudah mendukung dirinya. “Mari kita bersama berdoa yang terbaik untuk Kalbar. Untuk relawan, saya mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya, kerja ikhlasnya, sangat luar biasa membantu mengawal sampai saat ini, sehingga proses pilkada berjalan lancar dan demokrasi dapat berjalan lancar di Kalbar,” tutupnya. (bar)

Editor : Miftahul Khair
#pilgub kalbar #sutarmidji