Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dari Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024, Ekonomi Kalbar Tahun Depan Tetap Stabil

A'an • Selasa, 3 Desember 2024 | 12:35 WIB
PESERTA PTBI: Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Kalimantan Barat pada Jumat (29/11) di Pontianak dihadiri oleh para kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan.
PESERTA PTBI: Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Kalimantan Barat pada Jumat (29/11) di Pontianak dihadiri oleh para kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan.

PONTIANAK - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong transformasi nasional. Hal ini diungkapkannya saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 di Jakarta pada Jumat (2911) lalu di Jakarta.

Ia mengapresiasi kontribusi Bank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Prabowo juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat stabilitas dan mendorong transformasi ekonomi Indonesia.

“Mari bersatu dalam berbagai bidang, menggunakan semua keahlian kita untuk bekerja bersama. Kami yakin, dengan kebersamaan, kita dapat mencapai cita-cita kita,” ujar Presiden.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan optimismenya terhadap prospek ekonomi Indonesia. Pada 2025, ekonomi nasional diperkirakan tumbuh antara 4,8% hingga 5,6%, didorong oleh konsumsi swasta, investasi dan ekspor. Inflasi diperkirakan tetap terkendali dalam sasaran 2,5 ±1% berkat kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten, serta program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Selain itu, stabilitas eksternal dan keuangan juga diprediksi tetap terjaga dengan perkembangan digitalisasi yang pesat. Namun, Gubernur Perry juga mengingatkan tentang lima tantangan global yang perlu diwaspadai, yaitu: perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, lambatnya penurunan inflasi global, tingginya suku bunga negara maju, kuatnya dolar AS, serta arus modal yang keluar dari pasar berkembang menuju negara maju.

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024 menjadi ajang penting untuk membahas perkembangan ekonomi, tantangan serta arahan kebijakan Bank Indonesia. Pelaksanaan PTBI 2024 berlangsung serentak di seluruh kantor perwakilan BI, termasuk di Kalimantan Barat. 

Dalam kesempatan ini, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, NA Anggini Sari menyampaikan pentingnya sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mempercepat pemulihan ekonomi di daerah. Pihaknya berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi yang terjalin antara Bank Indonesia, pemerintah daerah dan sektor lainnya dinilai telah berhasil mengembalikan Kalbar pada jalur pertumbuhan yang positif, dengan proyeksi ekonomi 2024 mencapai 4,6%–5,4% (yoy).

“Hal ini sejalan dengan tren ekonomi nasional yang didorong oleh konsumsi, investasi dan ekspor. Kinerja ekonomi Kalimantan Barat juga didorong oleh kenaikan pendapatan, harga komoditas unggulan yang lebih tinggi, serta program hilirisasi, termasuk pembangunan refinery,” jelasnya saat memaparkan proyeksi ekonomi Kalbar dalam kegiatan PTBI di Gedung KPw Bi Kalbar, Pontianak pada Jumat (29/11).

Dia menjelaskan, proyeksi pertumbuhan ekonomi Kalbar pada 2025 diperkirakan terus menguat dengan kisaran 4,7%–5,5%. “Kebijakan mandatori B40 nasional, stabilitas harga komoditas, serta penguatan daya saing daerah menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ini. Selain itu, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan kawasan industri dan pengembangan ekonomi inklusif turut memperkuat prospek ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Anggini, inflasi di Kalbar tetap terkendali dalam sasaran yang ditetapkan. Keberhasilan pengendalian inflasi ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Program ini berhasil menjaga stabilitas harga dan diperkirakan akan menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5 ±1% pada 2025.

Sebagai penyangga pangan Nusantara, Kalbar berhasil mencapai target optimalisasi lahan rawa dan cetak sawah baru, dengan penguatan TPID di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Sinergi yang terjalin erat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia mendukung berbagai program yang dapat mempercepat pertumbuhan, seperti Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2025, Kapuas Economic Forum 2025, Pekan QRIS Nasional, serta program Semarak Rupiah Ramadhan dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di wilayah 3T,” papar Anggini. (ars/ser)

Editor : A'an
#Prabowo Subianto #PTBI 2024